Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label GNU/Linux

Chown with Fedora 32

 Saat ini, saya hepi. Hehehe. Iya, beneran hepi. Sebetulnya, hal sederhana aja sich. Sudah bisa chown di Fedora. Hahaha. Nggak keren banget sich. Jadi gini, pada SLiMS, secara baku mengharuskan beberapa direktori untuk bisa ditulis, saat instalasi. Direktori-direktori tersebut adalah direktori config, files, images, dan repository . Katanya, opsi yang aman adalah merubah ownership dari direktori tersebut, ke owner yang punya akses untuk menulis, tapi tanpa harus menggunakan owner root. Cmiiw. Nah, entah kenapa, perubahan ownership  menggunakan perintah chown , hasilnya selalu gagal. Padahal, misal, ownership udah saya rubah ke apache atau bahkan user reguler . Karena hal tersebut, akhirnya saya memilih untuk men- chmod direktori-direktori tesebut ke 777 . Lihat gambar di atas khan? Nggak ideal banget ya, chmod ke 777 :grin: Akhirnya setelah sekian lama, setelah penasaran dengan cari-cari solusinya di grup-grup diskusi, caranya begini. Oia, saya menggunakan GnU/Linux Fe...

Fedora 32: Trace/breakpoint trap (core dumped) on Spotify

Pengguna Spotify? Menemukan pesan galat seperti yang saya tuliskan pada bagian judul Ternyata masalah tersebut tidak hanya terjadi pada distribusi GnU/Linux Fedora 32. Solusi yang saya dapatkan malah terjadi di distribusi GnU/Linux Arch. Ini tautan diskusinya,  https://tinyurl.com/y9ozdq5h . Nungguin pembaruan dari upstream  nggak dapet-dapet, akhirnya ngikutin cara yang disebutin dalam forum tersebut, revert update  ke versi sebelumnya. Eksekusi perintah ini. Oia, Spotify yang saya gunakan merupakan instalasi lewat Snap. Jadi perintahnya adalah: # snap revert spotify  Hasil akhirnya? Spotify di mesin saya bisa terbuka lagi. Keterangan: * Gambar logo Spotify diambil dari  https://digital.hbs.edu/platform-digit/wp-content/uploads/sites/2/2018/04/spotify.jpg

Droidcam: Using your android phone's camera as webcam

gambar diambil dari:  https://tinyurl.com/yd9anxho Boleh ya, bercerita sedikit tentang bagaimana saya memanfaatkan kamera pada ponsel android sebagai webcam ? Awalnya, saya tertarik dengan ide memanfaatkan kamera digital sebagai webcam . Tapi, sayang boleh punya, kamera kantong digital saya, lebih tepatnya jenama dan jenis kamera kantong digital tersebut tidak termasuk dalam perangkat keras yang didukung. Kemudian, secara tidak sengaja, saya melihat ada diskusi mengenai penggunaan kamera pada ponsel android sebagai  secondary webcam  dikombinasikan pemanfaatannya pada laptop /PC. Sehingga, ketika membutuhkan tampilan video saat melakukan panggilan (rapat daring, dlsb.), kita bisa memanfaatkan kamera yang tertera pada ponsel android tersebut. Perangkat lunak apa saja yang diperlukan agar kita dapat memanfaatkan kamera pada ponsel android kita, sehingga bisa dikombinasikan penggunaannya dengan laptop /PC? LAPTOP/PC Pada laptop /PC kita, silahkan pasang aplikasi Droidcam yan...

Installing YAZ library for SLiMS in GnU/Linux Fedora 31

Mau dibilang update , ya ... memang update sich. kwkwkw. Jadi, sebetulnya saya tidak ingin mencoba memasang pustaka YAZ di mesin yang saya gunakan saat ini. Malas. Namun, karena ada permintaan untuk recreate errors , jadinya, muncullah tulisan ini. Ok, jadi kita mulai dengan mencari paket yang dibutuhkan untuk pustaka YAZ, di mesin GnU/Linux Fedora. Panduan saya, tetap dari tulisan saya sebelumnya :grin: Tulisan lama, tapi masih relevan. Adapun paket-paket aplikasi yang perlu kita pasang adalah: php-pear; yaz; libyaz; libyaz-devel; libnet; libnet-devel; terakhir php-devel. Untuk yang terakhir, dibutuhkan untuk mengkompilasi paket YAZ lewat perintah yang akan kita eksekusi, berikutnya, yang setelah kita pasang paket-paket tersebut di atas, pada terminal, masukkan perintah: # pecl install yaz Semoga tidak ada kesalahan dalam proses pemasangan, karena kalau sukses, nanti, pada akhir baris proses, muncul kalimat sebagai berikut: Build process completed successfully Insta...

Tizonia ~ enjoy listening to spotify with cli

Ternyata, tidak selamanya, barang baru, memberikan kepuasan yang sama, dengan barang yang lama. Ceritanya, kantor menugaskan sebuah laptop (baru) untuk saya gunakan. Padahal, laptop yang saya gunakan sebelumnya pun tidak ada masalah dan saya senang menggunakannya. Baiklah, mari kita gunakan laptop tersebut. Kemudian, untuk menghemat penggunaan resource (baca: RAM) pada laptop yang saya gunakan, saya mencoba menghemat segalanya. Termasuk, salah satu hal yang masuk dalam daftar, penggunaan player untuk memutar musik. Sejak menggunakan Spotify, praktis saya sudah tidak mengunduh (secara fisik berkas) lagu-lagu yang hendak saya dengarkan. Pemutar Spotify yang saya pasang pada sistem operasi yang saya gunakan, rasa-rasanya semakin memberatkan kinerja laptop yang saya gunakan, ketika saya ingin bekerja multitasking . Membuka banyak tab pada peramban serta mendengarkan lagu. Membuka beberapa tab data pada aplikasi penyunting berkas, dan lain-lain. Beberapa kali saya membaca tent...

Fedora 29 ~ XAMPP: Error While Loading Shared Libraries

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya , kita dapat menikmati berbagai macam hal yang baik setelah melakukan peningkatan versi sistem operasi. Namun, bukan berarti semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja. Contohnya, dan selalu terjadi ketika dilakukan peningkatan versi, adalah XAMPP. Pada peningkatan versi dari GnU/Linux Fedora 27 ke 28, ada masalah terkait versi arsitektur . Permasalah kembali terjadi setelah saya melakukan peningkatan versi dari GnU/Linux Fedora 29 ke 29. Apa yang menjadi masalah? Kali ini, muncul pesan seperti ini: error while loading shared libraries Pustaka berbagi yang bermasalah muncul dalam dua tampilan: libdll.so.2, ketika saya melakukan pemeriksaan apakah layanan XAMPP sudah jalan atau belum; kemudian libc.so.d. Muncul ketika saya mencoba menjalankan layanan XAMPP. Cukup lama sampai akhirnya saya menemukan satu solusi yang...saya juga nggak paham efeknya seperti apa ke depan nanti, tapi pada akhirnya XAMPP yang saya pasangkan bisa berfu...

Upgrade to Fedora 29

Sebelumnya, saya berniat tidak akan melakukan peningkatan versi pada GnU/Linux Fedora di mesin-mesin yang saya gunakan, dalam waktu dekat. Setidaknya pada mesin yang disediakan oleh kantor. Karena mesin yang saya miliki secara pribadi, kondisinya media penyimpanannya sudah kritis. krisis ruang. hahaha. Tapi akhirnya, karena tangan ini sudah gatal, GnU/Linux Fedora yang ada di mesin milik kantor saya tingkatkan versinya ke GnU/Linux Fedora 29 yang baru saja rilis. Seperti biasa, peningkatan versi secara daring pada distribusi GnU/Linux ini selalu berjalan dengan lancar dan mulus (karena koneksi internet di rumah sedang dalam kondisi baik). Hasilnya? Apa saja yang bisa kita nikmati setelah proses peningkatan versi selesai? Utamanya, versi lingkungan destop Gnome yang digunakan secara baku akan menggunakan versi 3.30. Kemudian, salah satu hal yang disebut-sebut mengalami kemajuan pada versi ini adalah penggunaan baterai yang lebih hemat pada perangkat komputer jinjing. Ada lagi. si...

Wayland on Gnome3 with Fedora 28

Jadi...secara baku, lingkungan destop Gnome3 pada Fedora 28 sudah menggunakan display server  Wayland alih-alih menggunakan Xorg. Walaupun Gnome3 dengan Xorg tetap bisa diakses pada pilihan ketika login . Kejutannya adalah, ketika kita menggunakan Gnome3 dengan Wayland ini, aplikasi seperti Gedit, Geany, tidak bisa dibuka menggunakan terminal. Secara teknis, saya belum bisa menjelaskan kenapa hal tersebut terjadi. Apabila ada yang ingin membantu menjelaskan, jangan sungkan untuk menuliskannya pada bagian komentar. Terima kasih. Nah, kembali ke permasalahan awal, solusinya adalah dengan mengeksekusi perintah ini pada terminal: xhost +local: eksekusi perintah tersebut dalam moda non-root ($). Apabila dieksekusi dalam moda root (#), maka akan keluar pesan galat seperti ini: No protocol specified xhost:  unable to open display ":0" Setelah dieksekusi, apabila sukses, setidaknya pesan ini yang muncul dalam terminal pada laptop yang saya gunakan: non-network local c...

Longer Gnome Screencast

Apa yang Anda gunakan ketika Anda memerlukan aplikasi untuk merekam kegiatan pada layar monitor PC/laptop Anda? Kazam, RecordMyDesktop? Opsinya banyak . Kedua aplikasi yang saya sebutkan tadi, merupakan aplikasi-aplikasi yang sering saya gunakan. Namun, tahukah Anda, apabila Anda menggunakan Gnome3 sebagai lingkungan destop pada sistem operasi GnU/Linux di PC/Laptop Anda, maka Anda akan sudah mendapatkan fitur tersebut secara baku? Kami biasa menyebutnya screencast . Screencast , menurut Ubuntu Wiki  adalah rangkaian penampilan dalam bentuk video dari sebagian atau keseluruhan dari destop dengan tujuan melakukan demo suatu aplikasi atau menunjukkan suatu proses.    Dengan merekam dalam format video (dan audio) akan membantu orang yang mengamati video tersebut untuk suatu kebutuhan. Kembali ke Gnome3, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, untuk melakukan proses screencast  pada destop Gnome3 Anda, yang perlu dilakukan adalah menekan kombinasi tombol: CTRL+...

Fixed Opera's Missing Icon After Upgrade in Fedora 28

Iya, tetiba aja. Kalau kamu menggunakan peramban Opera juga menggunakan GnU/Linux Fedora 28, maka yang terjadi ketika melakukan upgrade  pada satu titik tertentu, maka ikon peramban Opera akan digantikan oleh ikon lain (semacam no icon begitulah). Ternyata, karena baris yang mengarahkan ikon pada satu berkas terkait hal tersebut menjadi kosong. Berkas yang saya maksud adalah berkas opera.desktop  yang berada di dalam direktori /usr/share/applications. Penampakkannya seperti ini: [Desktop Entry] ..... Icon= ..... Actions=NewWindow;NewPrivateWindow; Untuk memunculkan ikon peramban Opera yang hilang, cukup arahkan ke direktori tempat ikon peramban Opera itu disimpan. Sehingga isi dari baris tersebut menjadi seperti ini: [Desktop Entry] ..... Icon=/usr/share/icons/hicolor/256x256/apps/opera.png ..... Actions=NewWindow;NewPrivateWindow; Simpan perubahan yang dilakukan maka silahkan nikmati kembali ikon peramban Opera yang sudah muncul. Bahan bacaa...

Gtop ~ Fedora 26

Apa itu gtop? Gtop adalah aplikasi pemantau sistem melalui terminal. Setidaknya itu yang dikatakan pada laman pengembangan gtop pada GitHub. Bagaimana cara memasangnya? Utamanya adalah perhatikan ketergantungan yang dibutuhkan oleh aplikasi gtop. Nodejs. Pasang dulu nodejs (kalau belum ada) # dnf install nodejs Berikutnya kita akan mulai memasang gtop. Untuk mendapatkan aplikasi ini, kita bisa mengunduh aplikasi dari laman GitHub gtop . $ git clone https://github.com/aksakalli/gtop Saya menggunakan metode kloning repositori GitHub untuk mendapatkan aplikasi ini. Lewat laman GitHub-nya, kita pun dapat mengunduh dalam format terkompresi. Kemudian mulai memasang gtop. $ npm install gtop -g Pada saat memasang dengan moda ini, saya menemukan pesan galat pemasangan seperti gambar di bawah: Kemudian saya diminta untuk mengulangi pemasangan, kali ini dalam moda root. # npm install gtop -g Pada akhirnya, pemasangan berjalan dengan baik. Gtop memberikan tampilan ...

Make a GnU/Linux Live USB ~ Fedora 26

Pada akhirnya, saya menemukan cara yang pas untuk membuat LiveUSB GnU/Linux. Caranya tentu dengan menggunakan perintah "dd". Saya rasa, perintah ini yang sudah cukup pas, untuk membuat LiveUSB GnU/Linux. Perintah yang saya gunakan untuk membuat LiveUSB GnU/Linux adalah: dd if=[file] of=[device] bs=4M; sync Penjelasannya: [file] is the name of the input image, e.g. "netinst.iso" [device] is the device matching the USB flash drive, e.g. /dev/sda, /dev/sdb. Be careful to make sure you have the right device name , as this command is capable of writing over your hard disk just as easily if you get the wrong one! "bs=4M" tells dd to read/write in 4 megabyte chunks for better performance; the default is 512 bytes, which will be much slower The "sync" is to make sure that all the writes are flushed out before the command returns. Menurut saya, kuncinya ada di "bs=4M" dan "sync." Jangan lupakan tanda baca titik koma (;...

Unable to Connect VPN/PPTP when Firewall Active ~ Fedora 26

Masalah ini sebetulnya sudah terjadi cukup lama, ketika saya memasang Fedora ke perangkat yang saya gunakan. Kenapa Fedora? Karena ketika saya menggunakan distro GnU/Linux Ubuntu, saya tidak menemui masalah untuk terkoneksi ke VPN. Saya menggunakan distro GnU/Linux Fedora 26. Titik masalah sebetulnya sudah teridentifikasi. Firewall yang aktif secara baku pada Fedora menghalangi saya untuk bisa terkoneksi dengan VPN. Agar saya bisa terhubung dengan VPN, akhirnya saya harus menonaktifkan firewall kemudian mengaktifkannya ketika saya tidak menggunakan VPN. Namun saya merasa "telanjang" ketika firewall dinon-aktifkan :D. Mungkin itu perasaan saya ajah kali yak, tapi...saya penasaran untuk menemukan cara, bagaimana supaya saya bisa terkoneksi ke VPN tanpa harus menonaktifkan firewall  dan ketemu caranya. Sebagai catatan, cara-cara yang saya tuliskan di sini, ada dalam forum diskusi yang saya gunakan sebagai rujukan. Cara pertama, dengan menambahkan koneksi p...

Welcoming Fedora 26 ~ UPGRADE

Anda pengguna GnU/Linux Fedora dan sudah mendengar kabar bahwasanya Fedora v.26 sudah rilis? Segera tingkatkan versinya donq. Saya sudah ;). Saya memang sudah menunggu. Sedari masih versi Alpha, ada keinginan untuk meningkatkan versi, tapi resiko ditanggung sendiri karena masih versi pengembangan. Sedangkan saya khawatir versi pengembangan bisa menghambat produktifitas saya. Ceritanya sich begitu. Namun, setelah ada pengumuman resmi bahwasanya Fedora 26 sudah rilis secara resmi, saya memberanikan diri untuk segera meningkatkan versi Fedora, pada mesin yang saya gunakan. Oia, saat ini, dibandingkan dengan distribusi lain, sebut sahaja GnU/Linux Ubuntu, Fedora merupakan distribusi yang tingkat peningkatan versinya, dengan metode peningkatan daring, paling baik. Sudah beberapa kali saya melakukan peningkatan versi dengan cara peningkatan daring, hasilnya tidak pernah mengecewakan. Berbeda dengan distribusi lain. Kemudian, bagaimana caraya melakukan peningkatan versi terse...

Debian 9 Stretch su Authentication Failure

Akhirnya, itu di sini. Debian 9. Stretch . Apa yang saya rasakan ketika versi ini dirilis untuk publik? Sebagai pengguna rata-rata, artinya, menggunakan sistem operasi untuk kegiatan sehari-hari yang sifatnya administratif, rasanya sama sama ketika saya mencoba menggunakan distribusi lain, seperti versi sebelumnya, Debian 8 Jessie atau OpenSUSE atau Ubuntu dan atau atau lainnya. Bisa jadi berbeda, bagi pengguna GnU/Linux dengan pemahaman lebih baik, misal bagi Administrator Sistem, bagi para pengembang perangkat lunak, bahkan bagi para pengembang sistem operasi. Tapi bukan itu yang mau saya bahas pada tulisan kali ini. Tepatnya, lebih kepada kelakuan yang berbeda dari versi sebelumnya. Saya belum sempat menelusuri, apakah kelakuan ini sudah masuk ke dalam daftar kutu atau sebetulnya bahkan bukan kutu sama sekali. Perlengkapan pada mesin yang saya gunakan adalah: Citra live  Debian 9 Stretch yang saya unduh dari sini,  https://cdimage.debian.org/debian-cd/c...

Installing Spotify Client with OpenSuse Tumbleweed

Kwkwkwk...bisa ajah ya judulnya. Propokatip. Sebetulnya saya cuman sempet nyobain OpenSuse Tumbleweed ini sehari semalem. Dua puluh empat jam lah. Pengeeeeennn...ngerasain pakek OpenSuse. Mumpung lagi ada maenan baru, cari-cari info dulu mana yang cucok. Pilihannya OpenSuse Leap atau Tumbleweed. Nah, karena pengennya selalu kekinian, akhirnya dipilihlah OpenSuse Tumbleweed. Kenapa Tumbleweed? Khan sudah dibilang, saya mau cari yang selalu kekinian, nggak pernah ketinggalan yang baru-baru. Nah...Tumbleweed adalah distribusi yang sifatnya rolling release . Sekali pasang, nggak perlu lagi untuk pasang-ulang ketika distro lain meluncurkan versi terbaru. Cukup dengan selalu rajin-rajin melakukan pembaruan. Ada hal-hal yang saya sadari ketika menggunakan distribusi yang sifatnya rolling release . Ini pengalaman pertama saya menggunakan distribusi rolling release , maka tentunya bisa dianggap tidak relevan ketika disandingkan dengan distribusi rolling release lainnya. Jadi, selain meman...

Administration Control Panel

Kemarin baru aja kelar setel-setel dan nempatin peladen (baru) di kantor. Sebelum bener-bener siyap dipakek, saya coba-coba untuk mensimulasikan akses ke dalam peladen. SSH sudah disiapkan dan sejauh percobaan, akses menggunakan SSH berjalan dengan baik. Hnah, tapi...itu khan kalo yang menggunakan cuman saya seorang. Komputer yang saya gunakan, sistem operasinya adalah GnU/Linux Ubuntu  Debian yang notabene ngga' ada masalah spesifik ketika melakukan kontrol jarak jauh ke peladen. Kembali ke peladen, peladen tersebut akan digunakan oleh pemrogram di kantor yang kesehariannya menggunakan sistem operasi berbeda. Bisa saja memang, dengan menggunakan aplikasi klien FTP seperti Filezilla . Menggunakan Filezilla relatif mudah, karena aplikasi ini merupakan aplikasi multi-platform . Jadi tersedia untuk berbagai jenis sistem operasi. Kemaren, penggunaan Filezilla ini terkendala pada akses ke dalam direktori root web . Ternyata harus punya akses tulis. Setelah cari tau, ternyata bisa ...

Baseboard

Jadi...perintah utamanya adalah: # dmidecode Perintah di atas akan memberikan informasi terkait komponen perangkat keras sistem. Setidaknya itu yang dikatakan sama man-nya dmidecode. Dalam format yang bisa dimengerti manusia. Human-readable format . Sebagian kutipan tentang apa itu dmidecode: "... tool  for dumping a computer's DMI (some say SMBIOS) table contents in a human-readable format. This table contains a description of the system's hardware components, as well as other useful pieces of information such as serial numbers  and  BIOS  revision. Thanks to this table, you can retrieve this information without having to probe for the actual hardware. While this is a good point in terms of report speed and safeness, this also makes the presented information possibly unreliable ." Untuk penggunaan perintah lebih jauh, silahkan baca manual penggunan dmidecode yang bisa dimunculkan dengan perintah: # man dmidecode Saya coba-coba, untuk melihat, secara sp...

Perangkat yang terhubung

Sekedar ringkasan untuk pengingat. Gunakan nmap. Ini perintah yang dianjurkan oleh situs bacaan saya: # nmap -sP kisaran-ip-yang-anda-gunakan/24 contoh, karena ip yang digunakan oleh perangkat saya yang terhubung ke jaringan lokal adalah 10.2.2.121, maka untuk menggantikan kisaran-ip-yang-anda-gunakan adalah: # nmap -sP 10.2.2.0/24 Nah, silahkan dicoba :). Perintah di atas akan mendaftar ip dan mac address dari perangkat yang terhubung di dalam jaringan. silahkan mengeksplorasi berbagai variabel perintah di dalam nmap :).

versi os

Karena setelah sekian lama, perintah: $ cat /etc/lsb-release sudah tidak digunakan lagi untuk menunjukkan versi os yang digunakan, alih-alih saya menggunakan perintah ini: $ cat /etc/os-release Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, perintah ini digunakan untuk melihat versi os GnU/Linux yang digunakan di dalam satu mesin. Kebetulan saya pengguna GnU/Linux Debian 8.1, jadi bentuk keluarannya adalah: root@theminion:/home/buitenzorg812# cat /etc/os-release PRETTY_NAME="Debian GNU/Linux 8 (jessie)" NAME="Debian GNU/Linux" VERSION_ID="8" VERSION="8 (jessie)" ID=debian HOME_URL="http://www.debian.org/" SUPPORT_URL="http://www.debian.org/support/" BUG_REPORT_URL="https://bugs.debian.org/" Demikian, semoga bermanfaat :).