Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label desktop environment

Longer Gnome Screencast

Apa yang Anda gunakan ketika Anda memerlukan aplikasi untuk merekam kegiatan pada layar monitor PC/laptop Anda? Kazam, RecordMyDesktop? Opsinya banyak . Kedua aplikasi yang saya sebutkan tadi, merupakan aplikasi-aplikasi yang sering saya gunakan. Namun, tahukah Anda, apabila Anda menggunakan Gnome3 sebagai lingkungan destop pada sistem operasi GnU/Linux di PC/Laptop Anda, maka Anda akan sudah mendapatkan fitur tersebut secara baku? Kami biasa menyebutnya screencast . Screencast , menurut Ubuntu Wiki  adalah rangkaian penampilan dalam bentuk video dari sebagian atau keseluruhan dari destop dengan tujuan melakukan demo suatu aplikasi atau menunjukkan suatu proses.    Dengan merekam dalam format video (dan audio) akan membantu orang yang mengamati video tersebut untuk suatu kebutuhan. Kembali ke Gnome3, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, untuk melakukan proses screencast  pada destop Gnome3 Anda, yang perlu dilakukan adalah menekan kombinasi tombol: CTRL+...

20151223 - Destop hari ini

Sistem operasi: GnU/Linux Ubuntu 12.04.5 Gambar latar: Diunduh via Ubuntu Tweak Tema ikon: Faenza Gtk dan Window theme: Elementary Selamat menikmati :).

Gnome 3: Missing battery icon

Gambar 1. Logo Gnome Memilih lingkungan destop ( desktop environment  - DE) pada sistem operasi GNU/Linux merupakan salah satu dari sekian banyak keindahan daripada-nya. Selain tentunya kebebasan kita memilih distribusi GNU/Linux mana yang akan kita gunakan, itulah. Sesuatu yang tidak akan kita temukan pada sistem operasi lain, mungkin, karena nyatanya jumlah distribusi GNU/Linux sampai saat ini dipastikan akan terus bertambah seiring dengan banyaknya keinginan pengguna terutama pengguna yang menginginkan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari. Ya, sehari-hari. GNU/Linux tidak lagi hanya mendominasi mesin-mesin peladen ( server ) yang hanya dapat digunakan oleh para administrator sistem, atau pun pengembang-pengembang perangkat lunak. Saat ini penggunakan GNU/Linux sudah masuk ke dalam penggunaan di atas meja kerja, destop ( desktop ). Digunakan untuk melakukan kegiatan komputasi atau perkantoran setiap hari. Menulis surat, mencetak, mengirim surel, dan lain sebagainya. Me...

ngacak-ngacak manokwari

Gambar 1. Tampilan destop mesin saiah Ceritanya mati gaya sama warna tema Suroboyo (BlankOn 9 - red). Lantas, saya coba menggantinya dengan metode yang dituliskan di situs yang saya dapatkan lewat internet [0]. Hmmm, saya ngga' menyalahkan situsnya, karena di situsnya tertulis, "...di BlankOn Rote 8.0". Lah saya nekat, saya malah pasang di BlankOn 9.0 Suroboyo. Mungkin, mungkin seharusnya ngga' bermasalah kali ya. Cuman kebetulan saya ajah yang lagi apes :). Nah lantas, setelah saya coba pasang, jadinya malah begini: Gambar 2. Menu hilang Gambar 3. Destop hilang Nah, kalut donq! Lha iya. All jobs pending due to this matter . Halah, gaya loe tong, tong! Nah, gimana donq akhirnya? Dapet saran dari pak menejer humas , salah satunya adalah menyalakan perintah ini: # dpkg-reconfigure manokwari Wih iya, ada jurus pamungkas. Etapi setelah dicoba, ngga' ngepek. Galat yang ada ya masih ada. Lantas, setelah mencari pencerahan sana-sini, ngalor-n...

Unity

Namanya perubahan, pasti akan membawa rasa yang berbeda. Akan muncul perasaan tidak nyaman kala kita "dipaksa" untuk menikmati perubahan yang ada. Walaupun begitu, di lingkungan destop GNU/Linux tidak ada yang namanya pemaksaan absolut. Selalu ada alternatif bagi yang tidak menginginkan banyak perubahan. Bicara lingkungan destop, pengguna GNU/Linux Ubuntu (Ubuntu) tentu paham dengan Unity. Konsep awal Unity adalah, untuk menyatukan lingkungan destop Ubuntu yang tadinya terpisah antara lingkungan destop untuk PC/Notebook, dengan lingkungan destop pada Netbook. Unity mulai diperkenalkan sejak rilis 10.10 bagi Ubuntu untuk Netbook. Lalu tiba saatnya Unity diumumkan sebagai pengganti Gnome untuk lingkungan destop pada Ubuntu. Revolusi ini dimulai pada rilis 11.04, dengan menjadikan Unity sebagai antarmuka standar bagi lingkungan destop Ubuntu. Tidak ada yang salah dengan Unity. Hanya saja, perubahan antarmuka yang drastis mengakibatkan banyak pengguna yang merasa tidak nyam...

galau

maksudnya begini. beberapa waktu lalu, saya menggunakan linux mint 12 sebagai sistem operasi di laptop saya. kenapa linux mint? linux mint 12 menjanjikan lingkungan destop yang lebih familiar dan mudah digunakan. waktu awal rilis, konsep mate dan mgse itu benar-benar menarik dan memang nyaman digunakan. tidak lama kemudian, linux mint memasukkan cinnamon ke dalam repositori perangkat lunaknya. cinnamon adalah lingkungan destop yang baru-baru ini pun dikembangkan. tampak menjanjikan, dan memudahkan para pengguna gnu/linux baru karena antarmukanya yang cukup familiar. di linux mint 12, saya dimanjakan sama advanced settings  (yang baru ngeh kalo itu adalah gnome-tweak-tool), yang kalo mau ganti tema, ganti ikon, tinggal klik, klik, dan klik. dan itu sudah paket standar yang terpasang. tapi sekarang, saya pasang ulang sistem operasinya pake ubuntu 11.10. yang standar hasil instalasinya, begitulah. setelan untuk destop hanya disediakan untuk mengganti tema dan wallpaper . untuk mengg...

Terkunci!

Keinginan pertama kali memang hanya mengunci si papankunci ( keyboard ). Kenapa? Entah, terlintas begitu saja. Sepertinya asyik kalau bisa mengunci si papankunci tanpa harus ikut memadamkan tampilan destop. Saya menggunakan Linux Mint 12. Kalau mau mengunci destop, kombinasi kunci yang saya tekan adalah ctrl+alt+l. Hasilnya destop padam, dan papankuncinya terkunci. Dengan kata lain tidak bisa melakukan apa-apa kecuali terlebih dahulu memasukkan kata sandi untuk bisa kembali ke lingkungan destop. Bagaimana kalau hanya ingin mengunci papankunci, tanpa memadamkan destop? Tentu bisa! Ada beberapa solusi kalau kita cari di Google. Tapi solusi yang saya gunakan adalah dengan memasang satu aplikasi kecil yang bernama xtrlock . Aplikasi ini ada di repositori. Kalau terhubung dengan internet, bisa langsung dipasang dengan perintah:  $ sudo apt-get install xtrlock Sudah? Kalo sudah, penggunaannya tinggal menjalankan perintah xtrlock  dari terminal. Atau buat kunci jalan pinta...

Indah...

Indah bukan? Ya, Gnome 3.0 memberikan arti baru dalam perkomputeran desktop. Sejak diluncurkannya KDE 4.0, baru sekali ini saya menemukan sesuatu yang luar biasa lagi pada desktop yang digunakan oleh distribusi GNU/Linux. Walaupun belum terlalu banyak digunakan oleh banyak distribusi, tapi pelan tapi pasti penetrasi Gnome 3.0 sebagai lingkungan dekstop akan mampu menarik perhatian banyak orang. Sebagai "mainan" baru, tentu banyak hal yang sifatnya pro dan kontra. Banyak orang yang masih merasa nyaman dengan Gnome 2. Begitupun saya. Banyak pula distribusi GNU/Linux yang menganggap seperti itu. Dan memang, walaupun Gnome 3.0 juga menyediakan kode sumber untuk digunakan oleh banyak distribusi GNU/Linux, namun tidak banyak yang mau memasukkan ke dalam distribusi resminya. Hanya sedikit yang melakukannya seperti OpenSuse, Fedora dan Ubuntu. Bahkan Fedora, dalam distribusi terbarunya, sudah menggunakan Gnome 3.0 sebagai lingkungan desktop standarnya. Koreksi saya kalau saya sa...