Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Spotify

Fedora 32: Trace/breakpoint trap (core dumped) on Spotify

Pengguna Spotify? Menemukan pesan galat seperti yang saya tuliskan pada bagian judul Ternyata masalah tersebut tidak hanya terjadi pada distribusi GnU/Linux Fedora 32. Solusi yang saya dapatkan malah terjadi di distribusi GnU/Linux Arch. Ini tautan diskusinya,  https://tinyurl.com/y9ozdq5h . Nungguin pembaruan dari upstream  nggak dapet-dapet, akhirnya ngikutin cara yang disebutin dalam forum tersebut, revert update  ke versi sebelumnya. Eksekusi perintah ini. Oia, Spotify yang saya gunakan merupakan instalasi lewat Snap. Jadi perintahnya adalah: # snap revert spotify  Hasil akhirnya? Spotify di mesin saya bisa terbuka lagi. Keterangan: * Gambar logo Spotify diambil dari  https://digital.hbs.edu/platform-digit/wp-content/uploads/sites/2/2018/04/spotify.jpg

Tizonia ~ enjoy listening to spotify with cli

Ternyata, tidak selamanya, barang baru, memberikan kepuasan yang sama, dengan barang yang lama. Ceritanya, kantor menugaskan sebuah laptop (baru) untuk saya gunakan. Padahal, laptop yang saya gunakan sebelumnya pun tidak ada masalah dan saya senang menggunakannya. Baiklah, mari kita gunakan laptop tersebut. Kemudian, untuk menghemat penggunaan resource (baca: RAM) pada laptop yang saya gunakan, saya mencoba menghemat segalanya. Termasuk, salah satu hal yang masuk dalam daftar, penggunaan player untuk memutar musik. Sejak menggunakan Spotify, praktis saya sudah tidak mengunduh (secara fisik berkas) lagu-lagu yang hendak saya dengarkan. Pemutar Spotify yang saya pasang pada sistem operasi yang saya gunakan, rasa-rasanya semakin memberatkan kinerja laptop yang saya gunakan, ketika saya ingin bekerja multitasking . Membuka banyak tab pada peramban serta mendengarkan lagu. Membuka beberapa tab data pada aplikasi penyunting berkas, dan lain-lain. Beberapa kali saya membaca tent...