Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label LibreOffice

Working with CSV for Biblio Data Import : SLiMS Tip Part 2

Lanjut ke bagian berikutnya, gaes. Seperti yang sudah dipaparkan pada tulisan sebelumnya , yang akan kita bahas dalam tulisan ini yaitu menjelaskan tentang bagaimana melakukan proses penyimpanan data, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan supaya hasil akhir berkas .csv dapat diimpor dengan baik oleh SLiMS. Setelah kita paham kenapa berkas .csv yang dibuat, tidak dapat diimpor dengan baik oleh SLiMS, langkah selanjutnya adalah kembali ke aplikasi LibreOffice, di mana dalam  tulisan sebelumnya digunakan untuk membuat berkas .csv. Proses perbaikan berkas dilakukan ketika proses Save As . Berkas .csv yang telah dibuka, kemudian akan disimpan menggunakan menu Save As . Ketika jendela Save As  terbuka, pastikan bahwa, 1) ruas " Save as type " masih berisi format " Text CSV (*.csv) ". Lalu, 2) Perhatikan gambar berikut, dengan tanda kotak merah. Centang opsi " Edit filter settings ". Dengan mencentang opsi tersebut, kita akan menemukan langkah penting se...

Working with CSV for Biblio Data Import : SLiMS Tip Part 1

Gaya-gayaan ya, mau nulis tentang beginian. Karena saya juga bingung, mau mulainya dari mana. Semuanya dimulai dari pertanyaan seorang kawan, sebetulnya sudah banyak yang mengajukan pertanyaan yang sama, tapi entah kenapa, rasa ketertarikan untuk mencari tahu lebih menggelora saat ini. Saking menggeloranya, ya itu tadi, bingung mau mulai dari mana. Dan pada akhirnya, saya putuskan untuk untuk menulisnya menjadi 2 (dua) bagian. Pada bagian pertama ini, saya akan menjelaskan, ada apa dengan berkas .csv, sekalipun berkas .csv tersebut dihasilkan oleh sub-menu Biblio Data Export dan telah disunting sesuai dengan kolom-kolom yang tersedia, namun hasil akhirnya tetap tidak bisa masuk dengan baik, ketika kita mengimpor data lewat sub-menu Biblio Data Import . Pada bagian kedua , saya akan menjelaskan tentang bagaimana melakukan proses penyimpanan data, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan supaya hasil akhir berkas .csv dapat diimpor dengan baik oleh SLiMS. Untuk tulisan ini, saya be...

Replace default libreoffice icon style

Siapa yang nggak tau libreoffice ? Mesti udah cukup familiar sama perangkat lunak yang satu ini ya. Libreoffice merupakan salah satu aplikasi perkantoran yang lengkap, seperti halnya Microsoft Office. Libreoffice menyediakan aplikasi lengkap untuk pengolah kata (libreoffice writer ), pengolah lembar sebar (libreoffice spreadsheet ), pengolah presentasi (libreoffice presentation ), serta pengolah gambar (libreoffice drawing ). Tidak seperti Microsoft Office, semua produk Libreoffice seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bebas untuk diunduh dan disebarluaskan. Pengguna tidak perlu dikhawatirkan dengan lisensi yang mengikat seperti Microsoft Office. Nah, terkait libreoffice, yang mau saya tulis kali ini sebetulnya adalah, bagaimana mengganti jajaran ikon baku, seperti yang terlihat pada gambar di bawah: menjadi lebih keren. Ya, relatif sich, keren menurut saya, tampilan ikonnya ngga' begitu2 ajah :D. Biar lebih kelihatan eye-catchy . Entah kenapa, baru kepikiran sek...

lo-menubar

ternyata ... lupa masang lo-menubar . Jadi pas buka libreoffice, koq menunya masih seperti ini ya, ngga' menghilang masuk ke panel seperti ini ya, begitu cek di sini, http://goo.gl/mD9dK , ternyata lupa pasang paket lo-menubar . bagaimana caranya? tentu, cara pasangnya seperti ini: $ sudo apt-get install lo-menubar  tinggal tunggu proses pemasangannya selesai. mula ulang libreoffice yang digunakan. hasilnya? seperti gambar yang kedua donq :). selamat!

LibreOffice 3.6

LibreOffice. Nama ini muncul sejak perkembangan OpenOffice yang telah diakusisi oleh Oracle (dulu kala, sebelum diserahkan ke inkubator proyek Apache) sangat, sangat lambat. Diduga, Oracle tidak memiliki niat untuk mengembangkan OpenOffice lebih lanjut, sehingga banyak pengembang dari OpenOffice keluar dari proyek dan memutuskan untuk mengembangkan fork  dari OpenOffice dengan nama LibreOffice. LibreOffice dibangun menggunakan kode sumber yang tidak jauh berbeda (kalau tidak mau dibilang sama :D) dengan OpenOffice. Mungkin beberapa pengembang melakukan penulisan ulang atas beberapa bagian yang membangun LibreOffice. Karenanya, perkembangan LibreOffice menjadi jauh lebih cepat dibanding saudaranya, OpenOffice. Namun sejak pengembangan OpenOffice diserahkan ke Apache, sepertinya kita akan memiliki banyak alternatif perangkat lunak perkantoran :). Tentang LibreOffice, sepertinya baru kemarin rilis 3.5 menjadi rilis yang memiliki banyak perubahan dan perbaikan. Dan sepertinya, b...