Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gnome 3

Wayland on Gnome3 with Fedora 28

Jadi...secara baku, lingkungan destop Gnome3 pada Fedora 28 sudah menggunakan display server  Wayland alih-alih menggunakan Xorg. Walaupun Gnome3 dengan Xorg tetap bisa diakses pada pilihan ketika login . Kejutannya adalah, ketika kita menggunakan Gnome3 dengan Wayland ini, aplikasi seperti Gedit, Geany, tidak bisa dibuka menggunakan terminal. Secara teknis, saya belum bisa menjelaskan kenapa hal tersebut terjadi. Apabila ada yang ingin membantu menjelaskan, jangan sungkan untuk menuliskannya pada bagian komentar. Terima kasih. Nah, kembali ke permasalahan awal, solusinya adalah dengan mengeksekusi perintah ini pada terminal: xhost +local: eksekusi perintah tersebut dalam moda non-root ($). Apabila dieksekusi dalam moda root (#), maka akan keluar pesan galat seperti ini: No protocol specified xhost:  unable to open display ":0" Setelah dieksekusi, apabila sukses, setidaknya pesan ini yang muncul dalam terminal pada laptop yang saya gunakan: non-network local c...

Longer Gnome Screencast

Apa yang Anda gunakan ketika Anda memerlukan aplikasi untuk merekam kegiatan pada layar monitor PC/laptop Anda? Kazam, RecordMyDesktop? Opsinya banyak . Kedua aplikasi yang saya sebutkan tadi, merupakan aplikasi-aplikasi yang sering saya gunakan. Namun, tahukah Anda, apabila Anda menggunakan Gnome3 sebagai lingkungan destop pada sistem operasi GnU/Linux di PC/Laptop Anda, maka Anda akan sudah mendapatkan fitur tersebut secara baku? Kami biasa menyebutnya screencast . Screencast , menurut Ubuntu Wiki  adalah rangkaian penampilan dalam bentuk video dari sebagian atau keseluruhan dari destop dengan tujuan melakukan demo suatu aplikasi atau menunjukkan suatu proses.    Dengan merekam dalam format video (dan audio) akan membantu orang yang mengamati video tersebut untuk suatu kebutuhan. Kembali ke Gnome3, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, untuk melakukan proses screencast  pada destop Gnome3 Anda, yang perlu dilakukan adalah menekan kombinasi tombol: CTRL+...

Introducing, My GNU/Linux UbuntuGNOME 16.04

Sedikit pengenalan, GNU/Linux UbuntuGNOME 16.04 merupakan distribusi resmi turunan dari GNU/Linux Ubuntu 16.04 dengan kode nama Xenial Xersus dengan rasa Gnome. Ya, karena turunan yang ini menggunakan Gnome, sebagai salah satu lingkungan destop yang ada di GNU/Linux, sebagai lingkungan destop bakunya. GNU/Linux UbuntuGNOME pertama kali dikenal dengan nama Ubuntu GNOME Remix . Versi ngga' resminya dibuat berdasarkan versi GNU/Linux Ubuntu 12.10, yang kemudian disusul dengan versi resmi yang diracik berdasarkan versi GNU/Linux Ubuntu 13.04. Untuk mempelajari lebih jauh dan juga mengunduh GNU/Linux UbuntuGNOME, Anda dapat mengunjungi laman  http://ubuntugnome.org/ . Tentang UbuntuGNOME yang saya gunakan saat ini, sudah sedikit banyak saya rubah, tentunya untuk menyesuaikan dengan selera saya. Namun, siapa tau, kita punya selera yang sama, jadi Anda jugak dapat menikmati apa yang saya nikmati, di destop atau laptop Anda. Ini dia! Untuk gambar pada destop, s...

How to easily install fonts in GNU/Linux

Lebih tepatnya GNU/Linux UbuntuGNOME 16.04. Disto tersebut merupakan distro yang saat ini terpasang pada komputer yang saya gunakan, di kantor. Setelah beberapa tahun, akhirnya saya putuskan untuk benar-benar clean install sisop yang saya gunakan di komputer tersebut. Awalnya menggunakan GNU/Linux Ubuntu 12.04 sampai 14.04, boot  ganda dengan MS Windows 10 (hasil peningkatan versi dari MS Windos 7 (bajakan)). Maksudnya clean install di situ, saya sepenuhnya merapihkan hardisk  dengan menghapus partisi MS Windows, merapihkan sususan partisi hardisk , dan sepenuhnya menggunakan GNU/Linux Ubuntu GNOME. Nah sudah cukup pengantarnya. Sekarang kembali ke judul. Bahwasanya kenapa saya menulis hal ini adalah, karena tidak seperti biasanya ketika saya ingin memasang fonta pada sisop GNU/Linux yang saya gunakan, biasanya, setelah mengunduh fonta yang saya inginkan [0], saya cukup membuka berkas fonta terkompresi, klik 2x pada berkas .ttf yang ada, lalu klik " install " lantas sel...

Gnome 3: Missing battery icon

Gambar 1. Logo Gnome Memilih lingkungan destop ( desktop environment  - DE) pada sistem operasi GNU/Linux merupakan salah satu dari sekian banyak keindahan daripada-nya. Selain tentunya kebebasan kita memilih distribusi GNU/Linux mana yang akan kita gunakan, itulah. Sesuatu yang tidak akan kita temukan pada sistem operasi lain, mungkin, karena nyatanya jumlah distribusi GNU/Linux sampai saat ini dipastikan akan terus bertambah seiring dengan banyaknya keinginan pengguna terutama pengguna yang menginginkan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari. Ya, sehari-hari. GNU/Linux tidak lagi hanya mendominasi mesin-mesin peladen ( server ) yang hanya dapat digunakan oleh para administrator sistem, atau pun pengembang-pengembang perangkat lunak. Saat ini penggunakan GNU/Linux sudah masuk ke dalam penggunaan di atas meja kerja, destop ( desktop ). Digunakan untuk melakukan kegiatan komputasi atau perkantoran setiap hari. Menulis surat, mencetak, mengirim surel, dan lain sebagainya. Me...

Zum di Gnum

:D. Maksudnya zoom in gnome (3) . Ternyata, fungsi zoom yang biasanya didapat lewat Compiz, tidak berfungsi di Gnome 3. Entah kenapa. Ah ... sedikit kecewa, awalnya. Susah donq kalo lagi presentasi terus ingin menunjukkan sesuatu supaya lebih jelas. Karena fungsi zoom ini sangat membantu untuk hal-hal seperti itu. Tentunya, kalau mau menggunakan fungsi zoom , bisa menggunakan Unity. Tapi saat ini, masih betah dengan Gnome 3 :). Fungsi zoom  yang disediakan oleh Compiz bisa berjalan dengan baik di atas Unity. Sebetulnya dengan fungsi Universal Access  kita bisa menggunakan zoom  pada Gnome 3, seperti gambar di bawah: Gambar 1. Fungsi Universal Access  untuk menampilkan zoom . Tapi kelemahannya adalah pembesarannya terbatas, tidak bisa diperbesar lagi. Ya, paling tidak sudah ada satu solusi untuk fungsi zoom  di Gnome 3. Masih tidak puas. Akhirnya menjelajah (lewat Google), mencari tahu solusi lain untuk zoom  pada Gnome 3. JREENGG!!! Akhirny...