Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Command Line

Debian 9 Stretch su Authentication Failure

Akhirnya, itu di sini. Debian 9. Stretch . Apa yang saya rasakan ketika versi ini dirilis untuk publik? Sebagai pengguna rata-rata, artinya, menggunakan sistem operasi untuk kegiatan sehari-hari yang sifatnya administratif, rasanya sama sama ketika saya mencoba menggunakan distribusi lain, seperti versi sebelumnya, Debian 8 Jessie atau OpenSUSE atau Ubuntu dan atau atau lainnya. Bisa jadi berbeda, bagi pengguna GnU/Linux dengan pemahaman lebih baik, misal bagi Administrator Sistem, bagi para pengembang perangkat lunak, bahkan bagi para pengembang sistem operasi. Tapi bukan itu yang mau saya bahas pada tulisan kali ini. Tepatnya, lebih kepada kelakuan yang berbeda dari versi sebelumnya. Saya belum sempat menelusuri, apakah kelakuan ini sudah masuk ke dalam daftar kutu atau sebetulnya bahkan bukan kutu sama sekali. Perlengkapan pada mesin yang saya gunakan adalah: Citra live  Debian 9 Stretch yang saya unduh dari sini,  https://cdimage.debian.org/debian-cd/c...

Baseboard

Jadi...perintah utamanya adalah: # dmidecode Perintah di atas akan memberikan informasi terkait komponen perangkat keras sistem. Setidaknya itu yang dikatakan sama man-nya dmidecode. Dalam format yang bisa dimengerti manusia. Human-readable format . Sebagian kutipan tentang apa itu dmidecode: "... tool  for dumping a computer's DMI (some say SMBIOS) table contents in a human-readable format. This table contains a description of the system's hardware components, as well as other useful pieces of information such as serial numbers  and  BIOS  revision. Thanks to this table, you can retrieve this information without having to probe for the actual hardware. While this is a good point in terms of report speed and safeness, this also makes the presented information possibly unreliable ." Untuk penggunaan perintah lebih jauh, silahkan baca manual penggunan dmidecode yang bisa dimunculkan dengan perintah: # man dmidecode Saya coba-coba, untuk melihat, secara sp...

versi os

Karena setelah sekian lama, perintah: $ cat /etc/lsb-release sudah tidak digunakan lagi untuk menunjukkan versi os yang digunakan, alih-alih saya menggunakan perintah ini: $ cat /etc/os-release Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, perintah ini digunakan untuk melihat versi os GnU/Linux yang digunakan di dalam satu mesin. Kebetulan saya pengguna GnU/Linux Debian 8.1, jadi bentuk keluarannya adalah: root@theminion:/home/buitenzorg812# cat /etc/os-release PRETTY_NAME="Debian GNU/Linux 8 (jessie)" NAME="Debian GNU/Linux" VERSION_ID="8" VERSION="8 (jessie)" ID=debian HOME_URL="http://www.debian.org/" SUPPORT_URL="http://www.debian.org/support/" BUG_REPORT_URL="https://bugs.debian.org/" Demikian, semoga bermanfaat :).

exclude folder

Ceritanya, mau mengkompres satu direktori aplikasi. Di dalam direktori aplikasi tersebut, ada satu direktori yang tugasnya menyimpan berkas-berkas dijital yang jumlahnya tidak sedikit. Pernah, satu waktu, mengkompres direktori dengan menyertakan direktori yang menyimpan berkas tersebut, hasilnya? Proses kompresi berjalan lama, dan hasilnya jadi sangat besar. Direktori penyimpan berkasnya sendiri tidak terlalu penting, apabila tidak disertakan. Lantas, bagaimana caranya mengkompres direktori aplikasi tersebut, tanpa menyertakan direktori penyimpan berkas tersebut? Gunakan fungsi "exclude" pada perintah kompresi. Kebetulan, direktori aplikasi tersebut akan saya kompres menggunakan ekstensi .tar.gz. Jadi, perintah yang saya masukkan adalah: $ sudo tar -cvzf [output] [nama direktori]  --exclude "/lokasi/direktori/yang/diexclude" -cvzf merupakan opsi kompresi dengan keluaran .tar.gz (kskss); [output] merupakan nama berkas hasil kompresi. Misal, jreng.tar.gz (bisa...