Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label OpenSuse

OpenSUSE Leap 42.2 ~ Alien for GitBook Editor

It's almost unreal!!! Tsaah! Akhirnya punya GitBook Editor di OpenSUSE! Sebelumnya mah pasrah ajah, nyunting buku pakek editor versi web. Tapi ternyata, bisa jugak dipasang pada OpenSUSE. Koq? Iya, khan ada alien . Kalo dulu, di GnU/Linux Ubuntu, pernah pakek perintah ini ketika mau menggunakan aplikasi dari berkas .rpm supaya bisa dipasang pada GnU/Linux Ubuntu. Nggak kepikiran kalo bisa dipakek sebaliknya. Karena pun baru kali ini saya penuh waktu menggunakan distribusi dengan basis RPM. Prosesnya begini: Unduh kode pemasangan GitBook Editor dalam format .deb di https://www.gitbook.com/editor/linux/download Jalankan perintah alien dengan kredensial root # alien --to-rpm (nama berkas .deb yang akan dikonversi) Tunggu beberapa saat sampai berkas .rpm terbentuk. Setelah berkas .rpm terbentuk, jalan pemasangan dengan perintah: # zypper in (nama berkas .rpm hasil konversi) Mudah khan ya? Kalau masih belum jelas, nanti lihat-lihat lagi rujukan yang saya baca, di bawah...

OpenSUSE Leap 42.2 ~ Installing ownCloud server and client

Akhirnya, seperti senang. Karena saya bisa dengan layak memasang peladen ownCloud, setidaknya buat bahan latihan, pada perangkat keras yang saya gunakan. Kebetulan, sistem operasi yang saya gunakan saat ini adalah OpenSUSE. Jadi...senang ajah sich. udah gituh. Panduan pemasangan yang dijadikan acuan adalah panduan pada github [0]. Untuk beberapa langkah yang ada pada panduan tersebut, seperti pemasangan Apache, MySQL, dan PHP (AMP) bisa dilewatkan, pada perangkat yang saya gunakan, karena sebelumnya saya sudah memasang paket-paket tersebut. Jadi...kita akan pokus pada pemasangan peladen ownCloud-nya sendiri. Langkah pertama yang saya lakukan adalah memeriksa persyaratan terkait berkas php.ini. Saya mengikuti konfigurasi yang dituliskan pada panduan tersebut. Merubah nilai-nilai yang diperlukan pada cantuman-cantuman yang ada di dalam berkas php.ini. Setelah itu, saya akan mengaktifkan beberapa ekstensi yang disarankan pada panduan tersebut. Setelah melakukan modifikasi setelan p...

OpenSUSE Leap 42.2 ~ How to run scanner for the first time

Jadi di rumah, sudah ada pencetak semua-dalam-satu HP Deskjet F2410. Dengan pencetak ini, selain mencetak tentunya, saya bisa memindai yang ingin saya pindai. Ya, semua-dalam-satu biasanya diistilahkan bagi pencetak yang sudah terintegrasi dengan pemindai. Ketika menggunakan mesin dengan sisop GnU/Linux BlankOn, semua fungsi sudah bisa berjalan dengan baik. Ostosmastis. Pencetak langsung terdeteksi dan bisa mencetak. Fungsi pemindai sudah langsung aktif dan bisa langsung memindai. Ketika saya menggunakan mesin dengan sisop GnU/Linux OpenSUSE Leap 42.2, ternyata saya masih harus melakukan beberapa usaha kecil supaya pencetak semua-dalam-satu ini bisa memindai. Oia, pencetak ini, untuk fungsi pencetaknya ya, secara ostosmastis terdeteksi oleh sisop. Jadi tidak ada masalah. Masalahnya adalah ketika saya mau mecoba untuk memindai. Adapun langkah-langkah yang saya lakukan adalah, pertama, saya melakukan fungsi periksa pemindai lewat menu aplikasi "Scanner." Prosesnya kurang l...

Shutter Edit Button not Working on OpenSUSE Leap 42.2

Biasa mengambil tangkapan layar? Menggunakan Shutter? Buat yang belum tahu, Shutter merupakan aplikasi pengambil gambar layar atau biasa disebut aplikasi screenshoot . Aplikasi ini memudahkan kita untuk mengambil gambar layar dengan berbagai macam opsi. Layar penuh, bagian tertentu, menu, bahkan tool tip . Aplikasi ini tersedia untuk semua distribusi GnU/Linux yang ada. Bahkan dimudahkan apabila kita merupakan pengguna Gnu/Linux Ubuntu. Tapi, sebagai pengguna GnU/Linux OpenSUSE, aplikasi ini sudah ada secara baku di dalam repositori. Jangan lupa untuk mengaktifkan repositori Packman. Hal yang menyenangkan dari aplikasi ini adalah, terdapat fitur penyunting hasil tangkapan layar. Dengan fitur ini, kita bisa menyunting hasil tangkapan layar. Terserah. Ditambahkan gambar, dimodifikasi, dan lain sebagainya. Nah, sejak saya memasang aplikasi ini di dalam GnU/Linux OpenSUSE Leap 42.2 yang ada di perangkat, saya pikir, fungsi sunting ini sudah aktif. ternyata belum. Baca orang punya tulisan...

What to do when you want to play .mkv file on OpenSuse Leap 42.2

Saya pikir, nggak usah lagi harus pasang-pasang kodek multimedia. Ternyata, saya masih naif ya :D. Ya, pada suatu cerita, saya harus memenuhi permintaan bararocah di rumah, untuk mengunduh filem seri kesukaan mereka. Begitu dapat, langsung unduh, dan coba memainkan di OpenSuse Leap 42.2 yang saya pasang di maenan baru (pinjeman kantor. kwkwkw). Hasilnya tetep ya, cuss. Hnah, cara pemasangannya nggak susah sich, karena banyak bahan bacaan yang bisa dipilih tentang bagaimana paket-paket yang diperlukan supaya berkas multimedia (kasus di laptop yang). Nggak tau ini ngaruh atau nggak. Sebelumnya, saya sudah menambahkan repositori Packman dan Libdvdcss. Adapun paket yang yang harus dipasang adalah: k3b-codecs; ffmpeg; lame; gstreamer-plugins-bad; gstreamer-plugins-ugly; gstreamer-plugins-ugly-orig-addon; gstreamer-plugins-libav; libdvdcss2. Perintah pemasangannya adalah: # zypper in k3b-codecs ffmpeg lame gstreamer-plugins-bad gstreamer-plugins-ugly gstreamer-plugins-ug...

Installing Spotify Client with OpenSuse Tumbleweed

Kwkwkwk...bisa ajah ya judulnya. Propokatip. Sebetulnya saya cuman sempet nyobain OpenSuse Tumbleweed ini sehari semalem. Dua puluh empat jam lah. Pengeeeeennn...ngerasain pakek OpenSuse. Mumpung lagi ada maenan baru, cari-cari info dulu mana yang cucok. Pilihannya OpenSuse Leap atau Tumbleweed. Nah, karena pengennya selalu kekinian, akhirnya dipilihlah OpenSuse Tumbleweed. Kenapa Tumbleweed? Khan sudah dibilang, saya mau cari yang selalu kekinian, nggak pernah ketinggalan yang baru-baru. Nah...Tumbleweed adalah distribusi yang sifatnya rolling release . Sekali pasang, nggak perlu lagi untuk pasang-ulang ketika distro lain meluncurkan versi terbaru. Cukup dengan selalu rajin-rajin melakukan pembaruan. Ada hal-hal yang saya sadari ketika menggunakan distribusi yang sifatnya rolling release . Ini pengalaman pertama saya menggunakan distribusi rolling release , maka tentunya bisa dianggap tidak relevan ketika disandingkan dengan distribusi rolling release lainnya. Jadi, selain meman...