Langsung ke konten utama

Tizonia ~ enjoy listening to spotify with cli

Ternyata, tidak selamanya, barang baru, memberikan kepuasan yang sama, dengan barang yang lama.

Ceritanya, kantor menugaskan sebuah laptop (baru) untuk saya gunakan. Padahal, laptop yang saya gunakan sebelumnya pun tidak ada masalah dan saya senang menggunakannya. Baiklah, mari kita gunakan laptop tersebut.

Kemudian, untuk menghemat penggunaan resource (baca: RAM) pada laptop yang saya gunakan, saya mencoba menghemat segalanya. Termasuk, salah satu hal yang masuk dalam daftar, penggunaan player untuk memutar musik.

Sejak menggunakan Spotify, praktis saya sudah tidak mengunduh (secara fisik berkas) lagu-lagu yang hendak saya dengarkan. Pemutar Spotify yang saya pasang pada sistem operasi yang saya gunakan, rasa-rasanya semakin memberatkan kinerja laptop yang saya gunakan, ketika saya ingin bekerja multitasking. Membuka banyak tab pada peramban serta mendengarkan lagu. Membuka beberapa tab data pada aplikasi penyunting berkas, dan lain-lain.

Beberapa kali saya membaca tentang bagaimana pengguna sisop berbasis GnU/Linux mendengarkan musik melalui cli (command line interface). Kemudian saya mencoba mencari tahu, untuk mencari apa yang bisa saya temukan, terutama bagi saya, penikmat lagu via Spotify. Lalu saya menemukan project ini, tizonia.

Dijalankan via cli, pemasangan aplikasi ini pun cukup mudah. Dengan metode instalasi melalui Snap, Anda sudah tidak direpotkan dengan penambahan repositori. Cukup aktifkan instalasi melalui Snap pada sistem operasi yang Anda gunakan, kemudian Anda tinggal memilih aplikasi apa yang akan Anda pasang melalui repositori Snap.

Pada sistem operasi yang saya gunakan, GnU/Linux Fedora, setelah saya mengkonfigurasikan sistem operasi tersebut untuk terkoneksi ke repositori Snap, untuk memasang tizonia, jalankan perintah:

$ sudo snap install tizonia #Anda akan mendapatkan versi stabil

Setelah terpasang, Anda bisa memulai dengan membaca --help pada aplikasi tersebut.

$ tizonia --help

Apabila Anda pengguna Spotify seperti saya, masukkan perintah:

$ tizonia --help spotify

Anda akan diarahkan pada cara-cara bagaimana mengakses lagu-lagu pada akun Spotify Anda.

Catatan:
Anda harus terdaftar sebagai pengguna Spotify Premium untuk bisa memutar lagu-lagu pada akun Spotify Anda. Setidaknya informasi tersebut yang saya dapatkan pada situs tizonia.

Sebelum mengakses lagu-lagu pada akun Spotify Anda, sebelumnya Anda harus mendefinisikan username dan password yang Anda gunakan untuk mengakses akun Spotify. Konfigurasi tersebut berada dalam berkas tizonia.conf di dalam direktori ~/snap/tizonia/current/.config/tizonia.

Cari baris konfigurasi akun Spotify, kemudian masukan kredensial akun Spotify Anda.

# Spotify configuration
# -------------------------------------------------------------------------
# To avoid passing this information on the command line, uncomment
# and configure accordingly
#
spotify.user     = username
spotify.password = password

Setelah itu, simpan perubahan yang sudah dilakukan.

Mari kita mulai mengeksplorasi Spotify. Masukkan perintah:

$ tizonia --help spotify

untuk mendapatkan bantuan tentang akses Spotify pada tizonia. Sebagai contoh, saya menjalankan perintah ini untuk mendapatkan track lagu dari Selena Gomez:

$ tizonia --spotify-artist "Selena Gomez"

tizonia akan memberikan daftar lagu-lagu terkait artis Selena Gomez dan memainkannya.

Untuk mengatur posisi lagu yang diputar, informasinya dapat diakses lewat perintah:

$ tizonia --help keyboard

Sayangnya, masih belum ada opsi untuk memutar secara acak. Semoga pada pengembangan berikutnya, fitur ini bisa diadakan.

Demikian. Selamat bernyanyi dan bergoyang!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tampilan Terbagi ~ Notepad++

logo notepad++ (sumber wikipedia) Mesti dah pada paham lah, apa itu notepad++ . Ya? Pemahaman sederhana saya, notepad++ merupakan salah satu perangkat penyunting teks yang digunakan, utamanya, untuk menyunting berkas  pemrograman. Tentunya, lingkungan yang digunakan adalah lingkungan sistem operasi MS-Windows. Bisa saja digunakan untuk menyunting hal lain. Atau bahkan membuat berkas teks mandiri guna keperluan selain dari penulisan bahasa pemrograman. Saya ngga' akan menjelaskan panjang lebar tentang apa dan bagaimana aplikasi ini. Yang ingin saya tuliskan di sini hanya, bagaimana membuat tampilan terbagi ( split view ) pada notepad++. Apa guna? Bagi saya, untuk membandingkan isi dari satu skrip (pemrograman) dengan skrip yang lain. Fungsi ini saya perlukan disaat saya ingin melihat perubahan dari skrip yang saya susun (namun memiliki kutu) dengan skrip hasil perbaikan kawan saya. Mari kita mulai dengan gambar pertama. Di bagian ini, kita buka berkas yang ingin kita su...

Portable SLiMS 9 Bulian: How to increase file size to upload large size attachment

Gambarnya pakek gambar lama yak 😆 Bukan bahas XAMPP koq, ini mau bahas SLiMS Portabel. Ternyata, belom banyak yang bahas bagaimana caranya meningkatkan kapasitas unggah lampiran pada SLiMS Portabel. Jadi begini, belakangan muncul pertanyaan-pertanyaan cara nambahin kapasitas berkas lampiran yang bisa diunggah kalo menggunakan SLiMS Portabel. Lho, ini jadi pertanyaan baru, bukankah metodenya sama, seperti pengguna XAMPP? Yaitu dengan mengubah variabel upload_max_filesize  dan post_max_size   dalam berkas php.ini . Pada SLiMS Portabel (SLiMS 9 Bulian), berkas tersebut ada di dalam direktori httpd/php . Gambar berkas php.ini yang akan disunting Gambar variabel post_max_size Gambar variabel upload_max_filesize "Betul, Bang. Saya sudah merubah nilai pada kedua variabel. Di SLiMS hasil perubahannya juga udah keliatan. Tapi, begitu saya upload  berkas yang ukurannya besar, tetep gagal, bang. Nggak ada berkas yang ke- upload". Nah, saya jadi penasirun kenapa bisa begitu. Lho iya...

Working with CSV for Biblio Data Import : SLiMS Tip Part 1

Gaya-gayaan ya, mau nulis tentang beginian. Karena saya juga bingung, mau mulainya dari mana. Semuanya dimulai dari pertanyaan seorang kawan, sebetulnya sudah banyak yang mengajukan pertanyaan yang sama, tapi entah kenapa, rasa ketertarikan untuk mencari tahu lebih menggelora saat ini. Saking menggeloranya, ya itu tadi, bingung mau mulai dari mana. Dan pada akhirnya, saya putuskan untuk untuk menulisnya menjadi 2 (dua) bagian. Pada bagian pertama ini, saya akan menjelaskan, ada apa dengan berkas .csv, sekalipun berkas .csv tersebut dihasilkan oleh sub-menu Biblio Data Export dan telah disunting sesuai dengan kolom-kolom yang tersedia, namun hasil akhirnya tetap tidak bisa masuk dengan baik, ketika kita mengimpor data lewat sub-menu Biblio Data Import . Pada bagian kedua , saya akan menjelaskan tentang bagaimana melakukan proses penyimpanan data, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan supaya hasil akhir berkas .csv dapat diimpor dengan baik oleh SLiMS. Untuk tulisan ini, saya be...