Langsung ke konten utama

Terkunci!

Keinginan pertama kali memang hanya mengunci si papankunci (keyboard). Kenapa? Entah, terlintas begitu saja. Sepertinya asyik kalau bisa mengunci si papankunci tanpa harus ikut memadamkan tampilan destop. Saya menggunakan Linux Mint 12. Kalau mau mengunci destop, kombinasi kunci yang saya tekan adalah ctrl+alt+l. Hasilnya destop padam, dan papankuncinya terkunci. Dengan kata lain tidak bisa melakukan apa-apa kecuali terlebih dahulu memasukkan kata sandi untuk bisa kembali ke lingkungan destop.

Bagaimana kalau hanya ingin mengunci papankunci, tanpa memadamkan destop? Tentu bisa! Ada beberapa solusi kalau kita cari di Google. Tapi solusi yang saya gunakan adalah dengan memasang satu aplikasi kecil yang bernama xtrlock. Aplikasi ini ada di repositori. Kalau terhubung dengan internet, bisa langsung dipasang dengan perintah: 

$ sudo apt-get install xtrlock

Sudah? Kalo sudah, penggunaannya tinggal menjalankan perintah xtrlock dari terminal. Atau buat kunci jalan pintas :) atau kalau menggunakan gnome3 (gnome-shell, kskss) tekan alt+f2 lalu masukkan perintah xtrlock. Jreng! itu papankuncinya sudah terkunci tanpa memadamkan destop :). Hnah, bagian terpenting adalah agaimana cara membuka kuncinya? Ini yang membuat saya panik waktu kali pertama mengaktifkan aplikasi ini. Begitu dapat informasinya yang dimaksud (cari tahu lewat Google tentunya) ternyata ... cukup memasukkan kata sandi yang kita gunakan waktu login. Viola! Gemboknya bisa terbuka lagi :). Terlampir adalah rekaman destop yang saya buat untuk sedikit menjelaskan penggunaan aplikasi xtrlock.


a. rekaman destop dibuat menggunakan gtk-recordmydesktop
b. penyuntingan rekaman destop menggunakan pitivi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Working with CSV for Biblio Data Import : SLiMS Tip Part 1

Gaya-gayaan ya, mau nulis tentang beginian. Karena saya juga bingung, mau mulainya dari mana. Semuanya dimulai dari pertanyaan seorang kawan, sebetulnya sudah banyak yang mengajukan pertanyaan yang sama, tapi entah kenapa, rasa ketertarikan untuk mencari tahu lebih menggelora saat ini. Saking menggeloranya, ya itu tadi, bingung mau mulai dari mana. Dan pada akhirnya, saya putuskan untuk untuk menulisnya menjadi 2 (dua) bagian. Pada bagian pertama ini, saya akan menjelaskan, ada apa dengan berkas .csv, sekalipun berkas .csv tersebut dihasilkan oleh sub-menu Biblio Data Export dan telah disunting sesuai dengan kolom-kolom yang tersedia, namun hasil akhirnya tetap tidak bisa masuk dengan baik, ketika kita mengimpor data lewat sub-menu Biblio Data Import . Pada bagian kedua , saya akan menjelaskan tentang bagaimana melakukan proses penyimpanan data, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan supaya hasil akhir berkas .csv dapat diimpor dengan baik oleh SLiMS. Untuk tulisan ini, saya be...

Tampilan Terbagi ~ Notepad++

logo notepad++ (sumber wikipedia) Mesti dah pada paham lah, apa itu notepad++ . Ya? Pemahaman sederhana saya, notepad++ merupakan salah satu perangkat penyunting teks yang digunakan, utamanya, untuk menyunting berkas  pemrograman. Tentunya, lingkungan yang digunakan adalah lingkungan sistem operasi MS-Windows. Bisa saja digunakan untuk menyunting hal lain. Atau bahkan membuat berkas teks mandiri guna keperluan selain dari penulisan bahasa pemrograman. Saya ngga' akan menjelaskan panjang lebar tentang apa dan bagaimana aplikasi ini. Yang ingin saya tuliskan di sini hanya, bagaimana membuat tampilan terbagi ( split view ) pada notepad++. Apa guna? Bagi saya, untuk membandingkan isi dari satu skrip (pemrograman) dengan skrip yang lain. Fungsi ini saya perlukan disaat saya ingin melihat perubahan dari skrip yang saya susun (namun memiliki kutu) dengan skrip hasil perbaikan kawan saya. Mari kita mulai dengan gambar pertama. Di bagian ini, kita buka berkas yang ingin kita su...

konversi data isis ke senayan

setelah data isis kita konversi , data hasil ubahan tersebut bisa dimanfaatkan di aplikasi lain. yang paling sederhana, seperti contoh sebelumnya, bisa kita lihat pake ms-excel atau ooo spreadsheet (a.k.a. calc). atau malah, ke aplikasi yang lebih keren lagi, like... senayan atau freelib dimana untuk kasus saya, setelah hasil konversinya dirapihkan tentunya. kenapa, ternyata, hasil konversinya hancur berantakan. field lari kemana-mana. ngga' jelas ajah, waktu hasil konversi mentah2 di import ke basis data senayan (yang baru sempet dicoba ini, abisnya), inputnya berantakan. isian tiap field ngga' jelas. anyhow...setelah melakukan sedikit retouch pada hasil konversi -- oiya, sebelum lanjut lebih jauh, ngga' semua data hasil konversi dibenerin. sebagai bahan percobaan, hanya sekitar 20 data yang diambil terus diperbaiki -- akhirnya hasil konversi bisa dengan rapih tersusun di dalam senayan. takes time memang, apalagi kalo hasil konversinya dah paling ngga'...lebih dari ...