Langsung ke konten utama

Postingan

Replace default libreoffice icon style

Siapa yang nggak tau libreoffice ? Mesti udah cukup familiar sama perangkat lunak yang satu ini ya. Libreoffice merupakan salah satu aplikasi perkantoran yang lengkap, seperti halnya Microsoft Office. Libreoffice menyediakan aplikasi lengkap untuk pengolah kata (libreoffice writer ), pengolah lembar sebar (libreoffice spreadsheet ), pengolah presentasi (libreoffice presentation ), serta pengolah gambar (libreoffice drawing ). Tidak seperti Microsoft Office, semua produk Libreoffice seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bebas untuk diunduh dan disebarluaskan. Pengguna tidak perlu dikhawatirkan dengan lisensi yang mengikat seperti Microsoft Office. Nah, terkait libreoffice, yang mau saya tulis kali ini sebetulnya adalah, bagaimana mengganti jajaran ikon baku, seperti yang terlihat pada gambar di bawah: menjadi lebih keren. Ya, relatif sich, keren menurut saya, tampilan ikonnya ngga' begitu2 ajah :D. Biar lebih kelihatan eye-catchy . Entah kenapa, baru kepikiran sek...

Introducing, My GNU/Linux UbuntuGNOME 16.04

Sedikit pengenalan, GNU/Linux UbuntuGNOME 16.04 merupakan distribusi resmi turunan dari GNU/Linux Ubuntu 16.04 dengan kode nama Xenial Xersus dengan rasa Gnome. Ya, karena turunan yang ini menggunakan Gnome, sebagai salah satu lingkungan destop yang ada di GNU/Linux, sebagai lingkungan destop bakunya. GNU/Linux UbuntuGNOME pertama kali dikenal dengan nama Ubuntu GNOME Remix . Versi ngga' resminya dibuat berdasarkan versi GNU/Linux Ubuntu 12.10, yang kemudian disusul dengan versi resmi yang diracik berdasarkan versi GNU/Linux Ubuntu 13.04. Untuk mempelajari lebih jauh dan juga mengunduh GNU/Linux UbuntuGNOME, Anda dapat mengunjungi laman  http://ubuntugnome.org/ . Tentang UbuntuGNOME yang saya gunakan saat ini, sudah sedikit banyak saya rubah, tentunya untuk menyesuaikan dengan selera saya. Namun, siapa tau, kita punya selera yang sama, jadi Anda jugak dapat menikmati apa yang saya nikmati, di destop atau laptop Anda. Ini dia! Untuk gambar pada destop, s...

How to easily install fonts in GNU/Linux

Lebih tepatnya GNU/Linux UbuntuGNOME 16.04. Disto tersebut merupakan distro yang saat ini terpasang pada komputer yang saya gunakan, di kantor. Setelah beberapa tahun, akhirnya saya putuskan untuk benar-benar clean install sisop yang saya gunakan di komputer tersebut. Awalnya menggunakan GNU/Linux Ubuntu 12.04 sampai 14.04, boot  ganda dengan MS Windows 10 (hasil peningkatan versi dari MS Windos 7 (bajakan)). Maksudnya clean install di situ, saya sepenuhnya merapihkan hardisk  dengan menghapus partisi MS Windows, merapihkan sususan partisi hardisk , dan sepenuhnya menggunakan GNU/Linux Ubuntu GNOME. Nah sudah cukup pengantarnya. Sekarang kembali ke judul. Bahwasanya kenapa saya menulis hal ini adalah, karena tidak seperti biasanya ketika saya ingin memasang fonta pada sisop GNU/Linux yang saya gunakan, biasanya, setelah mengunduh fonta yang saya inginkan [0], saya cukup membuka berkas fonta terkompresi, klik 2x pada berkas .ttf yang ada, lalu klik " install " lantas sel...

Administration Control Panel

Kemarin baru aja kelar setel-setel dan nempatin peladen (baru) di kantor. Sebelum bener-bener siyap dipakek, saya coba-coba untuk mensimulasikan akses ke dalam peladen. SSH sudah disiapkan dan sejauh percobaan, akses menggunakan SSH berjalan dengan baik. Hnah, tapi...itu khan kalo yang menggunakan cuman saya seorang. Komputer yang saya gunakan, sistem operasinya adalah GnU/Linux Ubuntu  Debian yang notabene ngga' ada masalah spesifik ketika melakukan kontrol jarak jauh ke peladen. Kembali ke peladen, peladen tersebut akan digunakan oleh pemrogram di kantor yang kesehariannya menggunakan sistem operasi berbeda. Bisa saja memang, dengan menggunakan aplikasi klien FTP seperti Filezilla . Menggunakan Filezilla relatif mudah, karena aplikasi ini merupakan aplikasi multi-platform . Jadi tersedia untuk berbagai jenis sistem operasi. Kemaren, penggunaan Filezilla ini terkendala pada akses ke dalam direktori root web . Ternyata harus punya akses tulis. Setelah cari tau, ternyata bisa ...

Baseboard

Jadi...perintah utamanya adalah: # dmidecode Perintah di atas akan memberikan informasi terkait komponen perangkat keras sistem. Setidaknya itu yang dikatakan sama man-nya dmidecode. Dalam format yang bisa dimengerti manusia. Human-readable format . Sebagian kutipan tentang apa itu dmidecode: "... tool  for dumping a computer's DMI (some say SMBIOS) table contents in a human-readable format. This table contains a description of the system's hardware components, as well as other useful pieces of information such as serial numbers  and  BIOS  revision. Thanks to this table, you can retrieve this information without having to probe for the actual hardware. While this is a good point in terms of report speed and safeness, this also makes the presented information possibly unreliable ." Untuk penggunaan perintah lebih jauh, silahkan baca manual penggunan dmidecode yang bisa dimunculkan dengan perintah: # man dmidecode Saya coba-coba, untuk melihat, secara sp...

Perangkat yang terhubung

Sekedar ringkasan untuk pengingat. Gunakan nmap. Ini perintah yang dianjurkan oleh situs bacaan saya: # nmap -sP kisaran-ip-yang-anda-gunakan/24 contoh, karena ip yang digunakan oleh perangkat saya yang terhubung ke jaringan lokal adalah 10.2.2.121, maka untuk menggantikan kisaran-ip-yang-anda-gunakan adalah: # nmap -sP 10.2.2.0/24 Nah, silahkan dicoba :). Perintah di atas akan mendaftar ip dan mac address dari perangkat yang terhubung di dalam jaringan. silahkan mengeksplorasi berbagai variabel perintah di dalam nmap :).

versi os

Karena setelah sekian lama, perintah: $ cat /etc/lsb-release sudah tidak digunakan lagi untuk menunjukkan versi os yang digunakan, alih-alih saya menggunakan perintah ini: $ cat /etc/os-release Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, perintah ini digunakan untuk melihat versi os GnU/Linux yang digunakan di dalam satu mesin. Kebetulan saya pengguna GnU/Linux Debian 8.1, jadi bentuk keluarannya adalah: root@theminion:/home/buitenzorg812# cat /etc/os-release PRETTY_NAME="Debian GNU/Linux 8 (jessie)" NAME="Debian GNU/Linux" VERSION_ID="8" VERSION="8 (jessie)" ID=debian HOME_URL="http://www.debian.org/" SUPPORT_URL="http://www.debian.org/support/" BUG_REPORT_URL="https://bugs.debian.org/" Demikian, semoga bermanfaat :).