Langsung ke konten utama

Postingan

Autocomplete not complete

Tau khan, kalo menggunakan GNU/Linux killer feature  ini bisa men temen temukan di mana? YAAA!!! terminal. All hail the mighty gnome-terminal!!! Yang kita gosipin ini fitur pelengkapan-otomatis. Autocomplete . Masukkan beberapa kata, kalo perintah, aplikasi, atau apapun yang kita cari ada, maka si anu akan melengkapi. Entah kenapa, udah berapa lama ini fitur autocomplete pada komputer yang saya gunakan di kantor ini ngga' berfungsi. Entah ketika sedang ngapain mangkanya ini fitur tetiba ngga' aktif. Walaupun merasa tidak bermasalah dengan ketidakaktifan fitur ini, tapi sewaktu-waktu jengah jugak. Hmmm. Selidik punya selidik [0], ada setidaknya 2 (dua) hal yang menyebabkan autocomplete  jadi ngga' aktif. Pertama, kita lupa buat pasang paket bash-completion. Etapi tunggu dulu, untuk yang satu ini, biasanya secara baku paket ini udah kepasang. Lha wong kalo pasca pemasangan segar autocomplete  ngga' ada masalah koq. Lalu setelah saya coba cari via: $ sudo aptitude se...

Distro tua dan peningkatan versi amp

Sebenernya ngga' tua-tua amat. Masih versi 12.04. Tiga tahun yang lalu versi ini nge- hits banget! Masih in  koq sampe sekarang. Khan LTS, jadi dukungannya...7 tahun ya? Atau masih 5 tahun sich? Jadi setidaknya masih relevan dan saya rasa saat ini masih banyak dipakek koq. Kebetulan masih makek versi ini, untuk pc di kantor karena ada perangkat keras yang konfigurasinya hanya bisa bekerja di versi ini. Walhasil, memang harus bertahan pada versi ini. Suka ataupun tidak. Lanjut. Ketika memasang AMP (baca: Apache, MySQL, PHP) untuk peladen web lokal, mau ngga' mau kita akan mendapatkan versi AMP yang diperuntukkan untuk versi distro yang bersangkutan. Semisal, kskss, untuk Ubuntu 12.04, versi PHP yang akan didapatkan via pembaruan berkala masih berkisar di versi 5.3. Apa yang terjadi ketika kita membutuhkan versi AMP yang terkini, misal PHP 5.5 untuk kebutuhan pengembangan? Kompilasi secara manual, untuk paket yang dibutuhkan. Artinya? Ngga' sebentar. Karena kalo dah ngop...

[UPDATE] Mengaktifkan Fitur Import MARC di SLiMS

Sudah lama akhirnya ada pembaruan tentang bagaimana konfigurasi SLiMS pada GNU/Linux. Salah satu yang menurut saya penting adalah bagaimana SLiMS bisa melakukan impor berkas MARC ke dalam pangkalan data SLiMS, sehingga pustakawan dapat dengan mudah melakukan penyalinan katalog. Berdasarkan tulisan sebelumnya [0], kita bisa dengan mudah mengaktifkan fitur tersebut dengan memasukkan perintah yang ada. Namun, ada beberapa perubahan seiring dengan semakin berkembangnya sistem operasi GNU/Linux. Koreksi saya jika salah. Pada perintah sebelumnya, perintah-perintah tersebut adalah: sudo pear install channel://pear.php.net/structures_linkedlist-0.2.2 sudo pear install channel://pear.php.net/file_marc-0.7.1 Nah, ternyata dengan menggunakan sistem operasi GNU/Linux yang saya gunakan sekarang, yaitu Ubuntu Gnome 14.04, perintah-perintah tersebut tidak dapat berjalan dengan baik. Salah satu pesan galat yang saya terima ketika menjalankan perintah yang pertama adalah: Package "stru...

FTI Festival 2015

Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Informasi Universitas YARSI. Acara ini terbuka untuk umum, yang akan diisi dengan seminar, open house , banyak perlombaan dan pelatihan. Bagi yang tertarik untuk ikut serta dalam kegiatan ini, silahkan kunjungi situs http://fti2.yarsi.ac.id atau cukup dengan meng-klik gambar di atas. AYO, RAMAIKAN FTI FESTIVAL 2015!!!

Gnome 3: Missing battery icon

Gambar 1. Logo Gnome Memilih lingkungan destop ( desktop environment  - DE) pada sistem operasi GNU/Linux merupakan salah satu dari sekian banyak keindahan daripada-nya. Selain tentunya kebebasan kita memilih distribusi GNU/Linux mana yang akan kita gunakan, itulah. Sesuatu yang tidak akan kita temukan pada sistem operasi lain, mungkin, karena nyatanya jumlah distribusi GNU/Linux sampai saat ini dipastikan akan terus bertambah seiring dengan banyaknya keinginan pengguna terutama pengguna yang menginginkan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari. Ya, sehari-hari. GNU/Linux tidak lagi hanya mendominasi mesin-mesin peladen ( server ) yang hanya dapat digunakan oleh para administrator sistem, atau pun pengembang-pengembang perangkat lunak. Saat ini penggunakan GNU/Linux sudah masuk ke dalam penggunaan di atas meja kerja, destop ( desktop ). Digunakan untuk melakukan kegiatan komputasi atau perkantoran setiap hari. Menulis surat, mencetak, mengirim surel, dan lain sebagainya. Me...

Unable to connect RDP

Gambar 1. Koneksi RDP menggunakan Reminna Beberapa waktu lalu, koneksi ke peladen fax yang digunakan di kantor menggunakan koneksi jarak jauh mengalami masalah. Ngga' bisa dikontak. Entah kenapa, padahal jauh sebelumnya ngga' ada masalah. Oia, kenapa dikendalikan jarak jauh? Karena peladen ini ada di ruangan lain di mana ngga' dimungkinkan buat pasang monitor, papan kunci, tetikus, dlsb. Kendali jarak jauh ini dipake buat memastikan ngga' ada permasalahan sama sistem, karena ini peladen fax. Fax termasuk metode komunikasi yang masih dipakek sama teman-teman di kantor. Karena ada beberapa kegiatan yang beritanya perlu dikirimkan lewat fax. Nah, permasalahannya seperti yang dicantumkan sama judul. Unable to connect RDP . Beberapa diskusi pencerahan dengan kawan, menyatakan bahwa ada sesi RDP yang "nyangkut." Memang diakui, ada beberapa kali sesi yang nge- hang . Entah karena Reminna yang bermasalah atau hal lain. Beberapa kali itu pula saya melakukan for...

SANE going in-SANE

SANE is goin' wild!!! Yahoo!!! Heboh dikit gapapa lah ya :D. Lama ngga' memperbarui isi blog ini. Sebetulnya udah terfikir beberapa hal yang mau ditulis. Cuman realisasinya ajah yang dintar-ntar :). Sekarang, mumpung lagi sempet ngoprek dikit, jadi saya coba tulis. Siapa tau ada yang ngalamin hal sama. Ini tentang kelakuan pemindai ( scanner ) yang ngga' kedeteksi pas dijalanin sama aplikasi, yang alih-alih malah kebuka webcam . Webcam ? Iya, webcam . Jadi begitu saya buka aplikasi pemindai seperti SIMPLE SCAN, yang terdeteksi oleh aplikasi SIMPLE SCAN malah webcam . Jadi, yang ketangkep sama malah poto. Macam begini: Gambar 1. Pembuktian dengan aplikasi SIMPLE SCAN Bahkan, dengan aplikasi yang sedikit "canggih" seperti GSCAN2PDF, yang kedetek cuman si webcam . Padahal, kabel data pemindai serta kabel tenaga sudah tercolok dengan baik dan rapih pada laptop dan pencetak semua-jadi-satu yang saya gunakan. Hasil tangkepan layar pakek GSCAN2PDF kek gini n...