tempo hari, saiah dan teman saiah sempet sedikit berargumentasi perihal tersedia atau tidak editor partisi di ubuntu 9.10. dia bersikeras bahwa sudah tersedia editor partisi di ubuntu 9.10. hodobnya saiah, begitu bicara editor partisi, yang terfikir adalah gparted[0]. tidak terfikir akan perangkat lunak lain diluar gparted. dan gparted tidak tersedia secara default, harus kita install secara mandiri lewat repositori. btw, memang tersedia kalo kita menggunakan live cd (lupa apa masih ada di live cd-nya ubuntu 9.10).
beberapa hari yang lalu, ketika sedang menjelajah kembali software2 yang sudah terinstal di dalem sl400, penasaran membuka satu aplikasi di dalam system -> administration yang namanya disk utility. begitu dibuka, ternyata...ini yang jadi bahan perdebatan kita kemaren. kalo liat di about-nya, aplikasi itu bernama palimpsest[1]. buatannya redhat. soale copyrightnya ke redhat :D.
tampilannya sederhana. lebih menarik gparted sebetulnya, dengan tampilan grafiknya itu. tapi...walopun sederhana, software ini sangat informatif. yang jelas, apa yang gparted lakukan, bisa dilakukan di software ini. yang lebih asoynya, dunno apakah ini by default ada di palimpsest, ada fitur smart untuk melihat kondisi hardisk kita. lalu, kalo kita klik more information, akan ditampilkan seluk beluknya hardisk kita, walopun saiah pribadi ngga' ngerti semuanya. lebih jelasnya, ada digambar terlampir.
jadi...akhirnya, saiah akan mengakui ke temen saiah, kalo memang ada editor partisi yang by default sudah terpasang di ubuntu 9.10 :).

*bahan bacaan:
[0] http://gparted.sourceforge.net/
[1] http://wiki.linuxquestions.org/wiki/Palimpsest
Gaya-gayaan ya, mau nulis tentang beginian. Karena saya juga bingung, mau mulainya dari mana. Semuanya dimulai dari pertanyaan seorang kawan, sebetulnya sudah banyak yang mengajukan pertanyaan yang sama, tapi entah kenapa, rasa ketertarikan untuk mencari tahu lebih menggelora saat ini. Saking menggeloranya, ya itu tadi, bingung mau mulai dari mana. Dan pada akhirnya, saya putuskan untuk untuk menulisnya menjadi 2 (dua) bagian. Pada bagian pertama ini, saya akan menjelaskan, ada apa dengan berkas .csv, sekalipun berkas .csv tersebut dihasilkan oleh sub-menu Biblio Data Export dan telah disunting sesuai dengan kolom-kolom yang tersedia, namun hasil akhirnya tetap tidak bisa masuk dengan baik, ketika kita mengimpor data lewat sub-menu Biblio Data Import . Pada bagian kedua , saya akan menjelaskan tentang bagaimana melakukan proses penyimpanan data, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan supaya hasil akhir berkas .csv dapat diimpor dengan baik oleh SLiMS. Untuk tulisan ini, saya be...
Komentar