It's pay day! Biar dikata ada yang namanya krisis global, yang namanya belanja buat kebutuhan rumah tangga, tetep kudu jalan. Sore ini, nemenin bunda Faya belanja kebutuhan buat sebulan. Seperti biasa, tempat belanja di awal bulan, tempat ini penuh sesak. Entah tempat lain, di sini, buat lewat ajah sedikit susah. Tiap lorong penuh sama yang namanya manusia. Pilih-pilih apa yang bisa dipilih. Belum lagi mba'2 dan mas2 yang beberes barang2 yang baru dateng. Dan ini baru permulaan.
Hal berikutnya adalah, mencari troli! Ya, baru di sini, untuk belanja harus nunggu atau berebutan troli. Kalo mau aman, kuntitin orang yang baru keluar, dan tanyain, trolinya dah ada yang ngetek belom? Kalo belom, selamat, silahkan lanjut ke level berikutnya. Kalo dibilang, maaf mas, dah ada yang ambil. Well, selamat berjuang!
Okay, kita lanjut ke level selanjutnya. Karena kami sudah dengan sukses mendapatkan troli, langkah selanjutnya mulai mengumpulkan barang2 yang sudah disiapkan dalam daftar. Membawa troli juga perlu perjuangan tersendiri. Hindari mengikutsertakan troli pada saat ngambil barang di lorong. Kalo ngga' mau jadi penyebab kemacetan yang ujung2mya diumpat sama orang :-D. Letakkan troli di tempat yang aman, for sure. Senggol kanan, senggol kiri, akhirnya semua barang yang dibutuhin, terkumpul.
Waktunya membayar! Butuh kesabaran yang amat pada bagian ini. Ngantrinya akan sangat lama. Karena sebagian besar belanja untuk 1 bulan. Dan si mba'2 kasir tangannya cuma 2. Ditambah dia kadang bantu bungkus2in barang, karena keterbatasan tenaga mas2 yang bantuin bungkus. Mayan, 1/2 jam-an nunggu. Karena kalo bungkus kita pake kardus, alih2 pake bungkus plastik, kita dah harus berburu kardus waktu ngantri.
Begitu barang mulai dihitung, kita dah siap2 buat masukin barang ke kerdus. Kalo kita cukup beruntung, ada mas2 yang bantuin kita :-).
Akhirnya, selesai ritual untuk bulan ini. Tinggal angkat2, beres2, sampe ketemu lagi bulan depan, dengan rutinitas yang sama :-P.
Gaya-gayaan ya, mau nulis tentang beginian. Karena saya juga bingung, mau mulainya dari mana. Semuanya dimulai dari pertanyaan seorang kawan, sebetulnya sudah banyak yang mengajukan pertanyaan yang sama, tapi entah kenapa, rasa ketertarikan untuk mencari tahu lebih menggelora saat ini. Saking menggeloranya, ya itu tadi, bingung mau mulai dari mana. Dan pada akhirnya, saya putuskan untuk untuk menulisnya menjadi 2 (dua) bagian. Pada bagian pertama ini, saya akan menjelaskan, ada apa dengan berkas .csv, sekalipun berkas .csv tersebut dihasilkan oleh sub-menu Biblio Data Export dan telah disunting sesuai dengan kolom-kolom yang tersedia, namun hasil akhirnya tetap tidak bisa masuk dengan baik, ketika kita mengimpor data lewat sub-menu Biblio Data Import . Pada bagian kedua , saya akan menjelaskan tentang bagaimana melakukan proses penyimpanan data, langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan supaya hasil akhir berkas .csv dapat diimpor dengan baik oleh SLiMS. Untuk tulisan ini, saya be...
Komentar