nilai sportifitas

dunia olahraga, katanya dan seharusnya, mampu menggambarkan suatu nilai keikhlasan yang tinggi, kata lainnya, sportif. entah, apa karna gue yang hanya melihat satu sisi kesuksesan nilai ini, tapi, implementasi nilai ini lebih terasa dikala gue nonton acara2 olahraga kelas dunia, interlokal maksudnya (sayangnya Indonesia belom ikutan).

hari ini, gue merasakan sensasi yang luar biasa dari nonton suatu pertandingan. pernah denger dan nonton motogp khan? ya, balapan hari ini, minggu, 29 Oktober 2006, adalah seri terakhir dari musim balapan tahun ini. sampe dengan balapan kali ini, juara dunia kelas motogp belom bisa ditentuin.

prediksi balapan, Valentino Rossi tetap jadi favorit juara dunia 2006. apalagi di starting grid, beliau berada di pole position. wow, bakal seru nich. dan...memang, balapan berjalan sangat seru. harapannya, Rossi dan Hayden bakalan bertarung abis2an buat gelar juara dunia. Rossi yang mempertahankan gelarnya, sedangkan Hayden, calon juara dunia dari amerika berikutnya, setelah tahun 2000 Kenny Roberts, Jr.

ngga' disangka-sangka, Troy Bayliss, pengganti Sete Gibernau yang masih sakit, langsung memimpin. Rossi, terpuruk di posisi 6. sedikit demi sedikit Rossi menambah kecepatan untuk memperbaiki posisi. sampai di lap ke-4, dewi fortuna tidak lagi melindungi Rossi. Rossi terjatuh! aduuuuhhhh...sakit hati ngeliatnya.

abis Rossi jatoh, pikiran gue, "udah, balapan ngga' bakal seru lagi". gue nonton tanpa perasaan deg2an Rossi bakal menang. tapi ternyata, tanpa diduga-duga, balapan ternyata berlangsung dengan seru! ditambah, dari posisi 20, setelah terjatuh, Rossi bisa menempatkan diri sampe posisi 13 sampe finish. akhirnya, balapan ditutup dengan Troy Bayliss di posisi 1, Loris Capirossi di posisi 2, dan...sang juara dunia motogp 2006, Nicky "the Kentucky Kid" Hayden.

kembali ke judul di atas, di akhir balapan ini gue melihat sesuatu yang luar biasa. dari mulai perasaan gembira sampe perasaan kecewa. Hayden, yang keliatannya sedikit menangis gembira, disambut oleh penggemarnya di pinggir lintasan. setiap pembalap yang lewat memberikan selamat. tidak terkecuali Rossi yang notabene menjadi rival utamanya. jabatan tangan erat Rossi, yang cukup lama, menandakan bahwa dengan segala resiko, dia menerima kekalahannya. yang lebih mengharukan, bagaimana sambutan kru pit camel yahama-nya Rossi, begitu motor Rossi memasuki pit. tepukan tangan yang menandai bahwa apa yang sudah dilakukan Rossi adalah sesuatu yang berharga bagi tim. wow...mengharukan. semoga tidak ada cemoohan atas kesalahan yang dilakukan Rossi. dan gue yakin, sebagai tim yang besar dan solid, tiap kru mengerti akan beban yang diberikan baik kepada pembalap maupun tim secara keseluruhan.

semoga, dunia olahraga Indonesia, bisa selalu belajar akan nilai ini. tidak cepat puas akan suatu prestasi yang didapat. terus memperbaiki diri, supaya bisa lebih banyak terlibat di acara2 olahraga bertaraf internasional. ngga' melulu membanggakan diri dari segelintir cabang, tapi seluruh cabang yang Indonesia miliki. maaf yach, kalo bercermin dari dunia internasional, tapi, memang kita masih harus banyak belajar. Indonesia harus lebih jeli melihat potensi yang dimiliki oleh putra-putrinya. semoga Doni Tata juga sukses menjadi pembalap Indonesia di ajang motogp.

Komentar

Anang mengatakan…
sama kalau gitu... jagoanku juga kalah semua... kita punya jagoan yang sama.. rossi dan schumi... kalah secara dramatis... padahal sedang di atas angin.. dua seri sebelum penutup lomba f1 ini.. schumi hanya butuh satu kali kemenangan untuk mengamankan posisinya.. setelah unggul jumlah kemenangan meskipun jumlah nilai yang dikumpulkan sama.. eehhh malah gagal finish.. dan di seri terakhir bannya bocor.. untung lagi di pit ada tukang tambal ban-nya...

dan di motogp begitu pula rossi yang jatuh di lap ke 4... http://anangku.blogspot.com/2006/10/valentino-rossi-gagal-jadi-juara-dunia_29.html duh nasib keduanya memang apes... seandainya saja di seri kedua terakhir motogp rossi berhasil memenangkan lomba, yang ketika itu beda tipis 0.002 detik sehingga cuma nangkring di posisi 2, maka posisi nilai di klasemen sekarang ini imbang, tapi Rossi bakal memenangkan juara dunia motogp, dengan unggul jumlah kemangan... (sama seperti schumi jika schumi poinnya sama dengan alonso di akhir musim lomba tahun ini) ah tapi semuanya sudah terjadi.. keduanya pulang tanpa gelar... jadi juara dunia tanpa gelar....

Postingan Populer