Jumat, 20 Juni 2014

bersenang-senang dengan pdftk

Bersenang-senang! Iya, bersenang-senang. Karena apa yang saya kerjakan saat ini banyak berhubungan dengan alih-media, saya harus menggunakan dengan baik alat-alat per-alihmedia-an yang tersedia pada GNU/Linux. Salah satunya adalah menggunakan pdftk [0].

Sebetulnya, sudah ada beberapa aplikasi dengan GUI, seperti Master PDF Editor [1] dan PDF Studio [2], tapi bagi saya, setelah menggunakannya, lebih efektif dan efisien menggunakan pdftk. Ya, memang dituntut ketelitian dalam menulis perintah. Oia, pdftk ini aplikasi berbasis teks yang dijalankan menggunakan terminal. Aplikasi ini cukup powerfull mengingat bahwa ia dijalankan lewat terminal. Tapi seperti halnya aplikasi-aplikasi lain pada GNU/Linux, kelihatannya memang tidak indah, tapi percayalah, sama kerennya kalaupun ada antarmuka GUI-nya.

Tulisan ini sebetulnya sebagai pengingat karena perintah-perintah ini banyak saya gunakan ketika user membutuhkan berkas yang harus saya 'jahit' dan 'amankan'. Maksudnya 'jahit', menyatukan berkas-berkas .pdf yang terpisah, lantas disatukan ke dalam satu (saja) berkas .pdf. Lalu setelah dijahit, di-'amankan' dengan mengunci hak akses dan pemanfaatannya seperti mencetak, salin-tempel teks, dlsb. Perintah-perintah yang saya gunakan adalah:
  • pdftk [input.pdf] cat output [output.pdf]
Maksud dari perintah di atas, pdftk adalah aplikasi yang akan dijalankan, [input.pdf] adalah berkas-berkas .pdf yang akan disatukan. Jelas lebih dari satu. Kalau lebih dari satu, isi dari [input.pdf] adalah, misal berkas1.pdf berkas2.pdf berkas3.pdf. Berkas akan dijahit berurutan sesuai data yang ditulis. Lalu cat, perintah yang digunakan untuk menyatukan berkas-berkas tersebut. Output, bagian dari perintah yang akan menghasilkan, [output.pdf]. Pada [output.pdf], masukkan nama berkas keluarannya.
  • pdftk [input.pdf] output [output.pdf] owner_pw [foo] user_pw [foo]
Perintah ini saya gunakan untuk meng-aman-kan berkas yang sudah dijahit tadi. [input.pdf] berisi nama berkas keluaran yang dihasilkan dengan perintah sebelumnya. Atau, bisa juga berisi nama berkas .pdf apapun, yang ingin diamankan. Owner_pw akan mengunci semua properti berkas, seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 1. Keterangan pembatasan berkas yang sudah diamankan dengan perintah owner_pw
Lalu user_pw, akan mengunci berkas ketika dibuka. Jadi, ketika berkas dibuka, akan muncul peringatan untuk memasukkan kata kunci seperti gambar di bawah:

Gambar 2. Masukkan kata kunci untuk mengakses berkas
Done! There you go. Itu dia beberapa perintah pdftk yang biasa saya gunakan untuk pekerjaan yang saya lakukan. Semoga bisa menjadi pengingat dan bermanfaat bagi yang membutuhkan :). Ingin tahu lebih banyak tentang perintah-perintah (dan opsi) yang bisa dimanfaatkan dari pdftk? Masukkan perintah man pdftk pada terminal, musti banyak informasi yang keluar :D. Atau, untuk informasi yang lebih indah dipandang mata, dan lebih mudah dipahami, silahkan baca-baca tautan rujukan di bawah :).

Rujukan:

Senin, 26 Mei 2014

memasang fonta dari office 2007

gambar diambil dari: http://www.youthedesigner.com/wp-content/uploads/2008/11/cool-fonts-12.jpg
Bagaimana ya? Yang paling ngga' cihuy sebetulnya adalah menolak permintaan klien. Walaupun keadaan sebenarnya memang sumber daya kita terbatas. Setidaknya bagi saya, dan hal ini dibatasi pada kegiatan merancang sesuatu.

Beberapa hari yang lalu saya 'diminta tolong' oleh dosen saya, untuk merancang banner program studi tempat saya belajar. Ya...dengan kemampuan saya yang pas-pas-an (pas dibutuhin bisa dibuat bisa :D), saya usahakan merancang banner yang saya anggap layak dan keren. Namun, setiap pekerjaan pasti ada kegiatan evaluasinya. Setelah saya serahkan desain awal ke dosen saya tersebut, ternyata banyak yang harus diperbaiki. Terutama di bagian penggunaan fonta. Dosen saya meminta fonta-fonta yang tidak pernah terfikirkan oleh saya untuk saya pasang. Karena nyata-nyata, saya hanya memasang fonta yang tersedia pada repositori perangkat lunak.

Walhasil, untuk memenuhi permintaan klien #tsaah, akhirnya saya mencari-cari, mengubek-ngubek internet supaya penggunaan fonta sesuai permintaan bisa dipenuhi. Fonta-fonta yang diinginkan adalah fonta seperti, Cambria, Berlin Sans, dan Lucida Handwriting. Bah! Mana ada fonta-fonta itu pada repositori yang ada! Lantas?

Ya sudah, untuk memasang fonta seperti Cambria, cara yang saya lakukan adalah seperti ini. Oia, dengan memasang Cambria, fonta-fonta yang lain jugak akan ikut terpasang. Seperti CalibriCandaraConsolasConstantia, and Corbel. Menurut situs yang menayangkan cara pemasangannya [0], Cambria dan kawan-kawan merupakan fonta yang diperkenalkan oleh Microsoft Windows Vista dan Microsoft Office 2007 untuk menggantikan fonta-fonta klasik seperti Times New Roman, Arial, Courier New, dlsb. Okeh, jadi cara pemasangannya adalah, GNU/Linux way:

1. pasang paket cabextract
$ sudo apt-get install cabextract
2. Lalu unduh powerpoint viewer dan esktrak dengan perintah:
cabextract -F ppviewer.cab PowerPointViewer.exe
3. Dilanjutkan dengan membuat direktori pemasangan fonta-fonta tersebut:
sudo mkdir /usr/share/fonts/vista
4. Kemudian, mulai ekstraksi fonta-fonta yang akan dipasang:
sudo cabextract -F '*.TT?' -d /usr/share/fonts/vista ppviewer.cab
5. Ditutup dengan memperbarui cache fonta yang ada di mesin:
fc-cache -fv 
Jreng! Hnah ini penampilan fonta-fonta yang sudah berhasil dipasang pada mesin saya. Saya tampilkan pada aplikasi inkscape.


Tapi, bagaimana dengan lisensinya? Apakah huruf-huruf tersebut memang sebenarnya bebas untuk digunakan? Hmmm, kalo menilik ke laman yang saya jadiken acuan, semuanya dikembalikan kepada yang menggunakan sich. Ybs, dalam tulisannya memberikan beberapa alasan yang cukup masuk di akal, dengan pengertian yang sederhana menurut saya. Kalo memang man tereman keberatan dengan pemakaian fonta-fonta tersebut, dapat menggunakan fonta alternatifnya [1].