Kamis, 19 Maret 2015

Autocomplete not complete

Tau khan, kalo menggunakan GNU/Linux killer feature ini bisa men temen temukan di mana? YAAA!!! terminal. All hail the mighty gnome-terminal!!! Yang kita gosipin ini fitur pelengkapan-otomatis. Autocomplete. Masukkan beberapa kata, kalo perintah, aplikasi, atau apapun yang kita cari ada, maka si anu akan melengkapi.

Entah kenapa, udah berapa lama ini fitur autocomplete pada komputer yang saya gunakan di kantor ini ngga' berfungsi. Entah ketika sedang ngapain mangkanya ini fitur tetiba ngga' aktif. Walaupun merasa tidak bermasalah dengan ketidakaktifan fitur ini, tapi sewaktu-waktu jengah jugak. Hmmm.

Selidik punya selidik [0], ada setidaknya 2 (dua) hal yang menyebabkan autocomplete jadi ngga' aktif. Pertama, kita lupa buat pasang paket bash-completion. Etapi tunggu dulu, untuk yang satu ini, biasanya secara baku paket ini udah kepasang. Lha wong kalo pasca pemasangan segar autocomplete ngga' ada masalah koq. Lalu setelah saya coba cari via:
$ sudo aptitude search bash-completion
ternyata statusnya "bash-completion is already the newest version". Nah terus gimana? Menurut situs hasil selidik, kalo udah begitu, coba periksa berkas bash.bashrc.
$ sudo geany /etc/bash.bashrc
Okay, sudah dibuka? Nah silahkan cari baris yang mensuratkan baris ini:
# enable bash completion in interactive shells
# if [ -f /etc/bash_completion ] && ! shopt -oq posix; then
#  . /etc/bash_completion
# fi
Silahkan hilangkan tanda kres (#) pada bagian-bagian ini, sehingga keliatannya jadi begini:
# enable bash completion in interactive shells
if [ -f /etc/bash_completion ] && ! shopt -oq posix; then
    . /etc/bash_completion
fi
Nah, kalo udah begitu silahkan simpan berkas hasil suntingannya dan coba lagi autocomplete-nya. Insya Allah, bisa ;).

Bahan bacaan:
[0] http://askubuntu.com/questions/209778/auto-completion-does-not-work-for-sudo-apt-get-install


Selasa, 17 Maret 2015

Distro tua dan peningkatan versi amp

Sebenernya ngga' tua-tua amat. Masih versi 12.04. Tiga tahun yang lalu versi ini nge-hits banget! Masih in koq sampe sekarang. Khan LTS, jadi dukungannya...7 tahun ya? Atau masih 5 tahun sich? Jadi setidaknya masih relevan dan saya rasa saat ini masih banyak dipakek koq. Kebetulan masih makek versi ini, untuk pc di kantor karena ada perangkat keras yang konfigurasinya hanya bisa bekerja di versi ini. Walhasil, memang harus bertahan pada versi ini. Suka ataupun tidak.

Lanjut. Ketika memasang AMP (baca: Apache, MySQL, PHP) untuk peladen web lokal, mau ngga' mau kita akan mendapatkan versi AMP yang diperuntukkan untuk versi distro yang bersangkutan. Semisal, kskss, untuk Ubuntu 12.04, versi PHP yang akan didapatkan via pembaruan berkala masih berkisar di versi 5.3. Apa yang terjadi ketika kita membutuhkan versi AMP yang terkini, misal PHP 5.5 untuk kebutuhan pengembangan?

Kompilasi secara manual, untuk paket yang dibutuhkan. Artinya? Ngga' sebentar. Karena kalo dah ngoprek, terutama dengan level seperti saya, pemula, pasti akan lama ngotak-ngatik-nya. Belom bacanya. Enaknya dengan Ubuntu, maaf yang saya baru tahu hanya Ubuntu, ada satu cara alternatif pemasangan paket aplikasi terbaru yang namanya PPA. Enaknya dengan PPA ini, kita bisa mendapatkan aplikasi versi terbaru tanpa tergantung pada repositori utama. Biasanya, untuk mendapatkan versi terbaru dari suatu aplikasi, kita harus menunggu aplikasi tersebut dimasukkan ke dalam repositori utama Ubuntu, dan biasanya itu makan waktu [0]. Lama. Apalagi untuk versi distro yang saya pakek. Nah, PPA mengakali hal tersebut, supaya pengguna distro versi lama bisa menikmati versi aplikasi terbaru. E tapi, lagi-lagi itu tergantung pengembang dan pemelihara PPA sich. Kalo mereka ngga' memasukkan versi distro yang kita pakek, ya...manyun :D. Back to square one, kompilasi manual dhe.

Nah, untungnya dengan apa yang saya butuhkan, ternyata ada PPA untuk meningkatkan versi AMP ke dalam versi terbaru untuk Ubuntu 12.04 [1]. Untuk menambahkan repositori PPA tersebut, silahkan masukkan perintah:
$ sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php5
lanjutkan perintah yang ditemui di dalam terminal. Ohiya, perintah tersebut dieksekusi pada terminal. Setelah pemasangan PPA berhasil, selanjutnya adalah menyegarkan repositori dengan perintah:
$ sudo apt-get update
Setelah disegarkan, langkah selanjutnya adalah memperbarui paket-paket AMP berdasarkan repositori PPA AMP yang sudah kita tambahkan, dengan memasukkan perintah:
$ sudo apt-get upgrade
sama seperti sebelumnya, silahkan ikuti perintah yang ada di dalam terminal.


Nah sekarang, bagi yang sudah pernah memasang AMP pada distro versi terbaru (sepanjang 2014-2015), yang secara jelas akan ditemui adalah untuk direktori root web, sudah tidak lagi ditempatkan di dalam /var/www. Tapi dipindahkan ke dalam /var/www/html. Untuk alasan keamanan. Itu jugak yang akan kita temui pada saat kita memperbarui versi AMP di Ubuntu 12.04. Secara otomatis, hasil pembaruan akan menambahkan direktori html. Seperti gambar di bawah:


Akhirnya, mungkin kita akan memindahkan beberapa proyek yang sudah kita mulai ke dalam direktori html. Atau, buat symlink ajah :). Tapi yang saya lakukan adalah memindahkan proyek ke dalam direktori html.

Itu baru satu hal. Bagaimana dengan akses PHPMyAdmin? Itu pun jadi bermasalah setelah melakukan pembaruan. Yang bermasalah PHPMyAdmin ya, bukan MySQL-nya. MySQL masih tetep bisa diakses via terminal. Ketika diakses via laman seperti biasanya, localhost/phpmyadmin, malah ngga' muncul. Untuk memunculkan kembali akses PHPMyAdmin setelah pembaruan [2], yang saya lakukan adalah, kita buat tautan seperti ini:
$ sudo ln -s /usr/share/phpmyadmin /var/www/html
Kenapa /var/www/html? Karena direktori root web untuk versi terbaru diarahkan ke sana, html. Setelah itu, sunting berkas apache2.conf yang ada di dalam direktori /etc/apache2/ dengan perintah:
$ sudo gedit /etc/apache2/apache2.conf
Silahkan gunakan editor teks kesukaan teman-teman. Yang saya gunakan pada perintah itu adalah gedit. Pilihan lainnya tidak terbatas, tapi yang populer adalah vim. Silahkan disesuaikan.

Setelah berkas tersebut dibuka, tambahkan baris:

include /etc/phpmyadmin/apache.conf

Setelah ditambahkan, silahkan mula-ulang apache:
$ sudo service apache2 restart
Setelah proses mula-ulang selesai, coba buka kembali laman localhost/phpmyadmin. Pada komputer yang saya gunakan, akhirnya PHPMyAdmin bisa diakses kembali via peramban :).


Bahan Bacaan: