Langsung ke konten utama

Postingan

Fixed Opera's Missing Icon After Upgrade in Fedora 28

Iya, tetiba aja. Kalau kamu menggunakan peramban Opera juga menggunakan GnU/Linux Fedora 28, maka yang terjadi ketika melakukan upgrade  pada satu titik tertentu, maka ikon peramban Opera akan digantikan oleh ikon lain (semacam no icon begitulah). Ternyata, karena baris yang mengarahkan ikon pada satu berkas terkait hal tersebut menjadi kosong. Berkas yang saya maksud adalah berkas opera.desktop  yang berada di dalam direktori /usr/share/applications. Penampakkannya seperti ini: [Desktop Entry] ..... Icon= ..... Actions=NewWindow;NewPrivateWindow; Untuk memunculkan ikon peramban Opera yang hilang, cukup arahkan ke direktori tempat ikon peramban Opera itu disimpan. Sehingga isi dari baris tersebut menjadi seperti ini: [Desktop Entry] ..... Icon=/usr/share/icons/hicolor/256x256/apps/opera.png ..... Actions=NewWindow;NewPrivateWindow; Simpan perubahan yang dilakukan maka silahkan nikmati kembali ikon peramban Opera yang sudah muncul. Bahan bacaa...

XAMPP is Currently Only Available As 32 Bit Application

It's been a while . Sudah beberapa rilis saya menggunakan distribusi GnU/Linux Fedora dan sejak saat itu, saya nyaman. Saya merasa nyaman karena saya selalu mendapatkan pembaruan-pembaruan terkini dari perangkat lunak yang saya gunakan, seperti yang saya harapkan. Tapi, tetap ada tapi, sebagai bagian dari pengembang SLiMS , ada kebutuhan spesifik dari versi aplikasi yang digunakan. Utamanya adalah versi PHP. Sementara pada repo baku distribusi, versi aplikasi PHP yang tersedia adalah 7.2 ke atas, SLiMS masih belum kompatibel dengan versi tersebut. Nah, solusinya dari permasalah tersebut adalah menggunakan aplikasi LAMP yang portabel. XAMPP merupakan aplikasi LAMP portabel yang biasa saya gunakan. Pada Gnu/Linux Fedora versi 27, aplikasi ini bisa berjalan dengan baik. Namun entah kenapa, setelah saya upgrade  ke versi 28, aplikasi XAMPP tidak bisa berjalan dengan menampilkan pesan galat berikut: XAMPP is currently only available as 32 bit application. Please use a 32 bit co...

Autostart XAMPP Ubuntu Server 16.04

Halo, lama tidak menulis. Berikut akan saya sampaikan bagaimana cara XAMPP untuk jalan secara otomatis pada sistem operasi GnU/Linux Ubuntu 16.04. Menurut Wikipedia, fungsi XAMPP sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database , dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan Perl. Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam GNU General Public License dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan yang dapat melayani tampilan halaman web yang dinamis. Untuk mendapatkanya dapat mendownload langsung dari web resminya. Untuk dapat menjalankan XAMPP ke dalam service , yang perlu dilakukan adalah sunting berkas rc.local dengan perintah: $ sudo gedit /etc/rc.local Silahkan gunakan aplikasi penyunting berkas yang Anda sukai, tidak musti Gedit, kemudian, tambahkan dua baris perintah berikut: cd /opt/lampp sud...

Memperkenalkan: Kamaya

Seorang kawan dari Perpustakaan Kemdikbud meminta bantuan untuk menyebarkan informasi tentang Kamaya. Kamaya? Iya, Kamaya. Merupakan suatu inisiasi pengumpulan data bibliografi perpustakaan yang dilakukan oleh Perpustakaan Kemdikbud bekerjasama dengan Pustekkom Kemdikbud. Secara teknis, Kamaya bisa disebut sebagai Katalog Bersama atau mungkin biasa dikenal sebagai Union Catalog . Untuk lebih jelasnya, silahkan ditelaah informasi yang diberikan oleh kawan saya tersebut. ****** Kamaya (Pustaka Maya) adalah Katalog Induk Perpustakaan Sekolah Indonesia yang menghimpun data katalog koleksi perpustakaan sekolah yang menggunakan SLiMS (Senayan Library Management System ) sebagai sistem automasi perpustakaannya. Kamaya dikembangkan oleh Perpustakaan Kemendikbud bekerjasama dengan Pustekkom Kemendikbud dan SDC (Senayan Developer Community ). Kamaya diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan referensi sekaligus peta perpustakaan sekolah di Indonesia yang telah terautomasi. Inform...

SLiMS dan UCS

SLiMS dan UCS merupakan salah dua dari ekosistem yang dikembangkan menggunakan SLiMS sebagai bagian dari membangun jaringan data perpustakaan yang saling terhubung. Catatan ini merupakan catatan pengingat bagi penulis dalam melakukan konfigurasi SLiMS dan UCS. Dalam melakukan konfigurasi SLiMS dan UCS, agar saling terhubung, diperlukan ketelitian agar konektivitas dapat dilakukan. Pada catatan ini, versi SLiMS yang digunakan adalah SLiMS 7 Cendana dan UCS v2.0. Keduanya dapat diunduh melalui laman http://slims.web.id. Konfigurasi dilakukan pada sisi SLiMS sebagai klien dan UCS sebagai penerima data. Pada catatan ini, diasumsikan bahwasanya pengguna sudah sukses melakukan instalasi SLiMS 7 Cendana dan UCS v2.0. Langkah pertama adalah melakukan konfigurasi pada UCS dengan menyunting berkas ucserver.inc.php . Bagian yang harus disunting adalah: // nodes configuration $sysconf['node']['slims-node-00'] = array( 'id' => 'slims-node-00', // n...

Gtop ~ Fedora 26

Apa itu gtop? Gtop adalah aplikasi pemantau sistem melalui terminal. Setidaknya itu yang dikatakan pada laman pengembangan gtop pada GitHub. Bagaimana cara memasangnya? Utamanya adalah perhatikan ketergantungan yang dibutuhkan oleh aplikasi gtop. Nodejs. Pasang dulu nodejs (kalau belum ada) # dnf install nodejs Berikutnya kita akan mulai memasang gtop. Untuk mendapatkan aplikasi ini, kita bisa mengunduh aplikasi dari laman GitHub gtop . $ git clone https://github.com/aksakalli/gtop Saya menggunakan metode kloning repositori GitHub untuk mendapatkan aplikasi ini. Lewat laman GitHub-nya, kita pun dapat mengunduh dalam format terkompresi. Kemudian mulai memasang gtop. $ npm install gtop -g Pada saat memasang dengan moda ini, saya menemukan pesan galat pemasangan seperti gambar di bawah: Kemudian saya diminta untuk mengulangi pemasangan, kali ini dalam moda root. # npm install gtop -g Pada akhirnya, pemasangan berjalan dengan baik. Gtop memberikan tampilan ...

Make a GnU/Linux Live USB ~ Fedora 26

Pada akhirnya, saya menemukan cara yang pas untuk membuat LiveUSB GnU/Linux. Caranya tentu dengan menggunakan perintah "dd". Saya rasa, perintah ini yang sudah cukup pas, untuk membuat LiveUSB GnU/Linux. Perintah yang saya gunakan untuk membuat LiveUSB GnU/Linux adalah: dd if=[file] of=[device] bs=4M; sync Penjelasannya: [file] is the name of the input image, e.g. "netinst.iso" [device] is the device matching the USB flash drive, e.g. /dev/sda, /dev/sdb. Be careful to make sure you have the right device name , as this command is capable of writing over your hard disk just as easily if you get the wrong one! "bs=4M" tells dd to read/write in 4 megabyte chunks for better performance; the default is 512 bytes, which will be much slower The "sync" is to make sure that all the writes are flushed out before the command returns. Menurut saya, kuncinya ada di "bs=4M" dan "sync." Jangan lupakan tanda baca titik koma (;...